Liverpool tengah menikmati momentum baik dua kemenangan beruntun di Premier League, dan hanya kalah sekali dari enam laga terakhir klub di seluruh kompetisi. Dari enam laga itu, Reds juga menemukan formula terbaik dalam mengorganisir lini bertahan, karena hanya kebobolan dua gol.

Bek Liverpool yang terlibat langsung dalam sistem bertahan tim, Dejan Lovren, menilai catatan-catatan positif itu bisa jadi modal baik timnya untuk mengatasi perlawanan Manchester United. Saat keduanya bentrok di leg pertama 16 besar Europa League, yang berlangsung di Anfield pada Jumat, 11 Maret 2016 dini hari WIB.

“Kami berada di performa baik dan memiliki kepercayaan diri tinggi. Kami hanya harus terus bermain seperti ini, dan hasil-hasil positif akan datang. Laga nanti (melawan United) penting karena itu laga Europa League, dan kami ingin melaju ke final,” ucap Lovren seperti dilansir​ Liverpool Echo, Rabu (9/3).

“Laga nanti spesial karena itu laga derby, dan selalu menyenangkan untuk mengalahkan Manchester United. Mereka punya pemain dengan skill individu yang baik, yang dapat mencetak gol kapan pun mereka inginkan, jadi kami hanya harus berkonsentrasi menghadapinya,” papar pemain berpaspor Kroasia.

Lovren yang dibeli dari Southampton dengan mahar 20 juta poundsterling mencontohkan laga melawan Crystal Palace, sebagai laga yang bisa dijadikan tolok ukur melawan Red Devils. Kala itu The Kop tertinggal 0-1 dan bermain dengan 10 pemain, namun pada akhirnya berbalik menang 2-1 berkat determinasi tinggi meraih hasil positif.

“Itu (hasil melawan Palace dan kebobolan dua gol dari enam laga terakhir) hasil kerja dari semuanya, dan saya pikir kami melakukannya cukup baik, dan bek pertama adalah penyerang yang ada di depan,” imbuh Lovren.

“Sangat senang melihat apa yang kami lakukan di momen sulit. Kami bersatu dan tak pernah berhenti percaya dengan kemampuan kami sendiri, terutamanya di laga terakhir saat bermain dengan 10 pemain,” lanjutnya.

“Semuanya akan berkata ketika Anda kehilangan satu pemain akibat kartu merah, Anda akan kalah 0-1, tapi kami menunjukkan skill dan karakter bermain hingga akhir,” pungkas Lovren.