Berkat dwigol Jamie Vardy Leicester City tetap berada di puncak klasemen pada pekan 24 Premier League. Mereka menang 2-0 dari tamunya Liverpool, Rabu (3/2) dini hari WIB sekaligus menjaga asa meraih titel Premier League.
Vardy jelas jadi man of the match dari keseluruhan pemain Leicester yang tampil baik di laga itu dan mendapat rating di atas rata-rata. Namun bagaimana dengan pemain The Kop? Mereka mendominasi namun tak ada satupun pemain mereka yang dapat memberi ancaman nyata ke gawang Kasper Schmeichel kecuali Alberto Moreno.
Penjaga Gawang
-
Mignolet22
Simon Mignolet (7/10): Tampil konsisten menjaga gawangnya tetap aman dari kebobolan di babak pertama. Tapi Mignolet tak mampu memberikan kepercayaan diri di koordinasi pertahanan Liverpool yang berantakan, setelah gagal menerima bola lemparan ke dalam Christian Fuchs. Alhasil Liverpool kebobolan dua gol.
Pertahanan
-
Clyne2
-
Sakho17
-
Lovren6
-
Moreno18
Nathaniel Clyne (6/10): Rajin menyisir sisi sayap kanan untuk membantu serangan timnya. Tapi Clyne tak menyempurnakannya dengan umpan silang atau operan ketiga yang jitu kepada rekan-rekannya.
Dejan Lovren (5/10): Masih kesulitan kembali ke bentuk permainan terbaiknya usai sembuh dari cedera. Lovren cenderung lamban dan berulangkali kalah adu sprint dengan Jamie Vardy. Hingga berujung kesulitannya menjaga bomber berusia 28 tahun.
Mamadou Sakho (5/10): Sama halnya seperti Lovren. Sakho juga demikian, karena ia tak mampu mengawal Shinji Okazaki yang lincah bergerak. Bahkan bek Prancis yang unggul fisik dari Riyad Mahrez bisa kalah duel fisik. Sakho bukan solusi di pertahanan Liverpool.
Alberto Moreno (6/10): Sama halnya dengan Clyne di sisi kanan. Moreno juga rajin menyerang di sisi kiri sebagai bek kiri, tapi bola umpan-umpan silangnya tak menemui sasaran. Meski begitu ia sempat menguji Schmeichel melalu satu upaya tepat sasaran.
Pemain Tengah
-
Henderson14
-
Lucas21
-
Can23
Emre Can (7/10): Salah satu pemain Liverpool yang banyak berlari, dan mencoba peruntungannya untuk mencetak gol. Can hanya kurang tenang dalam penyelesaian akhir.
Lucas Leiva (7/10): Cukup baik menjaga dan melindungi empat bek sejajar Liverpool. Memaksa Leicester bermain melebar. Akan tetapi Lucas seorang diri tak bisa selamanya melindungi Liverpool dari serangan balik cepat pemain Leicester.
Jordan Henderson (6/10): Bagus memberi umpan dan membangun serangan dengan baik hingga Liverpool mendominasi. Hanya kehebatan sang kapten tidak dibarengi penyelesaian akhir yang jitu dari rekan-rekannya.
Pemain Depan
-
Milner7
-
Firmino11
-
Lallana20
James Milner (6/10): Dengan sabar ikut terlibat membangun serangan Liverpool. Milner namun tak mampu menciptakan peluang berbahaya di muka gawang Leicester.
Roberto Firmino (6/10): Keberadaannya seperti tak terlihat di pertandingan ini. Firmino kembali jadi penyerang semu, dan rajin menjemput bola untuk membangun serangan. Tapi pergerakannya mudah dimentahkan oleh bek Leicester dan ia gagal menguji Kasper Schmeichel.
Adam Lallana (7/10): Bisa dikatakan Adam Lallana pemain terbaik Liverpool karena pergerakan serta umpan-umpannya membahayakan pertahanan Leicester. Namun permainan baiknya tak dibarengi rekan setimnya, hingga Lallana ikut menurun penampilannya di babak kedua.
Pemain Pengganti
Joao Teixeira (6/10): Tak banyak yang dapat diperbuatnya. Teixeira masuk telat menggantikan Firmino jelang akhir laga.
Christian Benteke (6/10): Klopp berharap paling tidak ada ancaman ke gawang Schmeichel saat memasukkan Benteke menggantikan Henderson di menit 66. Tapi yang terjadi sama saja, Benteke kurang suplai bola dan tidak sekalipun menguji Schmeichel.
Joe Allen (6/10): Masuk menggantikan Emre Can pada menit 75. Tak banyak yang dapat diperbuat Allen, bahkan di satu kesempatan mengirim bola lambung yang tidak tepat sasaran.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét