Leicester City kokoh di puncak klasemen Premier League hingga pekan 24 bergulir. The Foxes menang dengan skor 2-0 pada Rabu (3/2) dini hari WIB, berkat dwigol bomber sensasional mereka, Jamie Vardy dan menjaga jarak dengan Manchester City yang menang tipis 1-0 dari Sunderland.
Kekalahan ini membuat Liverpool kian sulit menembus zona Eropa untuk musim depan. Selain itu Jurgen Klopp juga bisa belajar banyak dari kekalahan kedelapan tersebut, dan menjadikan bahan evaluasi untuk laga-laga berikutnya.
Memang, banyak hal yang bisa dipelajari dari laga seru yang tersaji di King Power Stadium tersebut. Apa saja hal-hal menarik tersebut?
5. Vardy Terus Menggila
Lupakan pemikiran bahwa Vardy akan kelelahan setelah melalui periode sibuk pada Desember 2015. Penyerang berusia 28 tahun kembali ke performa terbaiknya, dan menjaga ketajamannya.
Vardy mencetak dua gol ke gawang Liverpool yang dijaga Simon Mignolet. Dan salah satu golnya tercipta hebat karena ia melakukan tendangan voli dari luar kotak penalti. Vardy kini merajai top skor Premier League dengan raihan 18 gol.
4. Masih Lebih Baik Pemain Muda Liverpool
Jurgen Klopp sedianya sengaja mengistirahatkan para pemain senior yang biasa menghuni tim utama Liverpool saat melawan West Ham United di putaran keempat FA Cup. Tapi jika melihat permainan mereka melawan Leicester, mungkin Klopp akan menyesalinya.
Pemain muda Liverpool yang tampil penuh determinasi saat melawan West Ham, tampil lebih baik dari para pemain seniornya tersebut. Bahkan mereka lebih memberikan enerji yang menghidupkan permainan tim ketimbang Roberto Firmino, Jordan Henderson, Emre Can, dan James Milner.
3. Liverpool Rindu Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho
Liverpool sedianya menguasai pertandingan dengan penguasaan yang mencapai 56 persen berbanding 44 milik Leicester. Tapi mereka tak mengimbanginya dengan ancaman nyata ke gawang Kasper Schmeichel, dan kurang kreativitas membongkar pertahanan Leicester.
Reds benar-benar merindukan sosok Sturridge dan Coutinho yang bisa menaikkan intensitas serangan dengan kecepatan mereka saat bermain. Sturridge bomber cepat yang bisa mengancam gawang lawan, dan Coutinho pemain kreatif yang diperlukan Liverpool.
2. Mimpi Premier League
Meraih titel Premier League hanya menjadi mimpi bagi Leicester di awal musim ini, karena target mereka hanya ingin meraih 40 poin dan selamat dari zona degradasi. Tapi mimpi mereka kian dekat menjadi kenyataan.
Hingga pekan 24 dan melawan Liverpool. Leicester konstan berada di papan atas, dan tetap menduduki puncak klasemen dengan 50 poin. Mereka unggul tiga poin dari Manchester City yang ada di urutan dua.
Dua laga tandang berat akan dilakoni Leicester ke markas City dan Arsenal dalam dua laga beruntun ke depan. Dan kedua laga itu akan jadi ujian bagi kelayakan Leicester menjadikan mimpi meraih titel Premier League sebagai kenyataan.
1. Mignolet Meragukan
Liverpool dan Klopp memberikan kepercayaan kepada Mignolet dan memberikannya kontrak baru. Tapi penampilannya masih inkonsisten dalam sebuah laga, dan menyebabkan hilangnya kepercayaan diri di pertahanan Liverpool.
Mignolet sempat melakukan dua penyelamatan gemilang di babak pertama. Tapi tiba-tiba semua itu hilang ketika ia gagal menangkap bola hasil lemparan jarak jauh Christian Fuchs, barisan bertahan sudah kehilangan konsentrasinya. Ditambah koordinasi mereka tidak baik, hingga akhirnya gol kedua tercipta.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét