Chelsea yang terus mencoba menyelamatkan musim dari start awal yang buruk kembali meraih kemenangan. The Blues menang 2-0 di Stamford Bridge pada putaran tiga FA Cup melawan klub League One, Scunthorpe United, Minggu (10/1), dan melaju ke putaran empat.

Dua gol klub asal London itu dicetak oleh Diego Costa dan pemain muda klub, Ruben Loftus-Cheek. Kemenangan yang melanjutkan rekor tak pernah kalah Guus Hiddink di seluruh kompetisi, sejak mengambilalih kursi manajer dari Jose Mourinho yang dipecat manajemen.

Meski menang dan melaju ke fase selanjutnya, Hiddink nyatanya tak sepenuhnya puas dengan cara Branislav Ivanovic dan kawan-kawan meraih kemenangan. Pasalnya di mata pria asal Belanda itu, Chelsea seharusnya bisa lebih cepat menyelesaikan pertandingan dengan banyaknya peluang yang tercipta di babak pertama.

“Saya senang dengan hasil ini karena di Premier League sulit berada di empat besar, tapi proyek lain ada di FA Cup dan Champions League. Hasil ini luar biasa hebat melawan lawan yang sangat kuat, terutama di situasi bola mati. Kami memulai dengan sangat baik, tapi lupa membunuh laga,” tutur Hiddink di ​Setanta, Senin (11/1).

“Kami bermain dengan tekanan tinggi tapi kurang arogan dengan penyelesaian akhir,” lanjut pria yang juga pernah menangani Chelsea sebagai manajer interim pada 2009 itu.

Keseriusan Chelsea berprestasi di ajang lainnya selain Premier League musim ini, terlihat dari pemain yang diturunkan Hiddink melawan Scunthorpe.

Ia tetap menurunkan Willian, Diego Costa, Cesc Fabregas, Pedro Rodriguez, Oscar sejak awal laga dan baru menurunkan pemain muda seperti Loftus-Cheek, Robert Kenedy, dan Bertrand Traore di babak kedua.

Hiddink pun mengakui belajar banyak dari tersingkirnya Chelsea musim lalu dari Bradford di FA Cup.

“Ada cobaan untuk itu (menurunkan tim yang lebih lemah), tapi ada keinginan kuat agar tak mengulangi pengalaman yang sama musim lalu, yang mana tim tersingkir di fase awal,” tungkas Hiddink.