Chủ Nhật, 10 tháng 1, 2016

8 Pesepakbola yang Identik dengan Satu Klub Saja

​Dalam sejarah sepakbola ada bintang-bintang yang harus melakukan perjalanan panjang dengan pindah-pindah klub, sebelum akhirnya mendapat satu tempat di mana reputasi mereka melambung dan menjadi legenda.

Tapi ada juga bintang yang cukup sekali masuk bisa menjadi ikon atau identik dengan klubnya. Mereka kemudian pindah ke beberapa klub berbeda, tapi tetap saja orang mengasosiasikan sosoknya dengan satu klub saja.

8. David Beckham

FBL-FRA-LIGUE1-PSG-BREST

​David Beckham berkostum PSG? Itu pasti ulah photoshop!

Tentu saja tidak. Beckham memang pernah bermain di Paris Saint-Germain, selain mendapat trofi bersama Real Madrid, dan beberapa klub lainnya.

Tapi nama David Beckham pastinya akan melekat dengan Class of 92' bersama Manchester United. Pamornya di Old Trafford melekat sedemikian kuat dan sulit mengaitkan Beckham dengan klub lain.

7. Hakan Sukur

Hakan Sukur

​Bintang legendaris ini dianggap sebagai penyerang terbaik yang pernah diorbitkan oleh klub Turki. Hakan Sukur pernah bermain di sejumlah klub Eropa Barat seperti Torino, Inter Milan, Parma, sampai Blackburn Rovers.

Tapi nama Hakan Sukur identik dengan Galatasary. Padahal Sukur pernah bermain di Sakaryaspor dan Bursaspor. Sukur di akhir kariernya kembali lagi ke Galatasaray dan menetap di sana sampai lima musim.

Namanya terlalu lekat dengan klub besar Turki itu, sehingga di tempat lain pamornya tenggelam.

6. Lukas Podolski

Fussball: 2. BL 04/05, 1. FC Koeln-Dynamo Dresden

​Di Bayern Munchen, nama Lukas Podolski tenggelam di antara bintang-bintang FC Hollywood lainnya. Setelah itu ia bergabung ke Arsenal dan tidak sukses menjadi pemain andalan hingga dipinjamkan ke Inter Milan.

Setelah itu Podolski ingin mencoba menjadi legenda di Galatasaray, tapi tetap saja sosoknya sudah identik dengan klub pertama sejak tim junior, yaitu FC Koln. Mungkin suatu saat ia kembali dan menjadi legenda di sana.

5. Robbie Fowler

Robbie Fowler

​Ingat Fowler, ingat plester di hidungnya, dan itu hanya berarti satu hal: Liverpool!

Robert Bernard Fowler atau lebih dikenal sebagai Robbie Fowler ini sosoknya sudah melekat di Anfield. Semestinya ia bertahan sampai pensiun saja.

Tapi nyatanya Fowler sempat berpetualang ke Leeds United dan Manchester City, sebelum akhirnya menyerah dan kembali ke Liverpool dan diterima dengan tangan terbuka oleh suporter setia The Reds.

Setelah semusim, Fowler pergi lagi ke Cardiff City, Blackburn Rovers, dan terakhir di Muangthong United hingga tahun 2012. Tetap saja, Fowler dan plester hidungnya selalu diasosiasikan dengan Liverpool.

4. Fredrik Ljungberg

Arsenal's Swedish international midfield...

​Dari nama-nama klub ini pasti Anda hanya akan melihat sosok Fredrik Ljungberg identik dengan kostum satu tim saja. Hamstads, Arsenal, West Ham, Seattle Sounders, Chicago Fire, Celtic, Shimizu S-Pulse, atau Mumbai City?

Ya, pasti Arsenal. Tidak ada yang lain. Klub selain The Gunners tak ada yang sanggup mengangkat namanya.

3. Jari Litmanen

Jari Litmanen of Ajax

​Alkisah, seorang gelandang serang berbakat dari Ajax Amsterdam (91 gol) dilirik Barcelona dan akhirnya pindah ke Camp Nou. Sayangnya di Spanyol, karier Litmanen tak bertahan lama. Setelah itu ia mencoba peruntungan di Liverpool.

Ternyata sama saja. Jari kemudian pulang ke Ajax, lalu semusim kemudian berangkat lagi ke tim-tim lain seperti Malmo FF, Hansa Rodstock, dan sempat mampir di Fulham. Klub-klub itu tetap saja tak lagi bisa mengorbitkan kebintangannya.

Ada semacam tali yang sangat kuat mengikat nama Jari Litmanen dengan Ajax.

2. Edgar Davids

Dutch international Edgar Davids takes t

​Ingat Edgar Davids, ingat kacamata tebal yang menjadi ciri khas gelandang bertahan asal Belanda ini. Apa kostum yang identik dengan sosok rambut gimbal berkacamata ini?

Hitam dan putih. Juventus. Ini sudah jelas walau awalnya Davids bermain di Ajax lalu AC Milan. Ia kemudian ke Barcelona dan cukup sukses di sana. Setelah itu masih ada Inter Milan, Tottenham Hotspur, Crystal Palace, dan Barnet.

Pamor Davids tertinggal di Turin.

1. Ronaldinho

AC Milan's Brazilian forward Ronaldinho

​Ketika Anda melihat wajah ikonik ini berkostum AC Milan, yang Anda pikirkan mungkin semacam ini: "Eh iya, Ronaldinho pernah di AC Milan juga". Itu artinya asosiasi Dinho bukanlah dengan Milan.

Legenda Brasil ini stelah keluar dari Gremio bermain untuk Paris Saint-Germain. Setelah itu baru ke Barcelona dan di klub inilah namanya melekat sampai sekarang. 

0 nhận xét:

Đăng nhận xét