Gol tunggal Kieran Trippier sukses menumbangkan perlawanan Watford pada Sabtu (6/2), dalam lanjutan pekan ke-25 Premier League. Setelah mendapatkan perlawanan alot, publik White Hart Lane bersorak di menit ke-64 saat umpan crossing terarah dari Dele Alli berhasil dimanfaatkan oleh bek kanan berusia 25 tahun tersebut untuk mengoyak gawang mantan kiper Spurs, Huerelho Gomes, dan membuat skor menjadi 1-0 yang bertahan hingga akhir pertandingan.
Kemenangan tersebut melanjutkan tren positif Tottenham Hotspur di musim ini. Dari 25 laga, pasukan Mauricio Pochettino berhasil membukukan 13 kemenangan, sembilan seri, serta tiga kali kalah, yang menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara menggusur Manchester City yang di malam yang sama secara mengejutkan ditekuk oleh Leicester City.
Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa pencapaian Tottenham di musim ini merupakan suatu hal yang luar biasa, mengingat di musim-musim sebelumnya Tottenham selalu mengalami kesulitan untuk menembus posisi empat besar Premier League. Pencapaian terbaik mereka adalah berada di posisi posisi empat klasemen pada musim 2011/12, namun sayangnya di musim itu pula mereka harus merelakan hak playoff Champions League diklaim oleh Chelsea selaku juara turnamen antar klub paling bergengsi di Eropa musim itu.
Penantian panjang publik White Hart Lane sangat mungkin akan berakhir mengingat performa konsisten dari para pemain Tottenham musim ini. Di bawah asuhan pelatih Mauricio Pochettino, perombakan dilakukan terhadap gaya bermain Tottenham, yang mana permainan menyerang atraktif dengan menggunakan umpan-umpan panjang menjadi standar operasional para pemain Tottenham.
Namun, satu hal yang menarik dari performa Tottenham di musim ini adalah keberanian Pochettino untuk mengandalkan para pemain muda sebagai tulang punggung tim selama musim 2015/16. Hengkangnya para pemain senior seperti Aaron Lennon, Yohannes Kaboul, Paulinho, dan Roberto Soldado, memberikan ruang bagi para pemain muda yang justru mampu membawa level permainan Tottenham ke taraf yang lebih tinggi.
Konsistensi performa dari The Lilywhites tidak lepas dari transfer penting yang dilakukan oleh manajemen Tottenham musim ini, di antaranya dengan mendatangkan Son Heung-min (Leverkusen), Toby Alderweireld (Atletico Madrid), dan Kieran Trippier (Burnley) ditambah dengan konsistennya performa talenta-talenta muda sebut saja Harry Kane, Eric Lamela, dan Dele Alli yang mampu berintegrasi sempurna dengan para pemain senior seperti Christian Eriksen, Jan Vertonghen, dan Hugo Lloris. Hal ini membuat Spurs menjadi salah satu kandidat kuat untuk berlaga di Champions League musim depan, dan juga tidak menutup kemungkinan untuk menjuarai Premier League musim ini.
Kegagalan untuk menjuarai Premier League pada bulan Mei, mungkin tidak akan membuat musim ini menjadi sebuah kegagalan bagi Tottenham, namun berlaga di Champions League merupakan harga mati bagi Pochettino dan anak asuhnya. Dengan inkonsistensi yang dialami Manchester City dan Arsenal, serta minimnya pengalaman dari Leicester City, musim ini merupakan kesempatan terbaik bagi Tottenham untuk memantapkan posisi mereka di papan atas klasemen Premier League dan akhirnya memenuhi dahaga publik White Hart Lane akan asa tim kesayangan mereka di pentas klub tertinggi Eropa musim depan.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét