Thứ Hai, 15 tháng 2, 2016

5 Pemain yang Menghina Pelatihnya Sendiri

Dalam sepak bola perselisihan atau beda pendapat sering terjadi. Perselisihan itu tak sebatas kapten dengan pemainnya sendiri, atau juga pihak lain seperti wasit dan pemain lawan saat bertanding. Namun juga dengan pelatih atau manajer timnya sendiri.

Tanpa disadari pemain kerapkali melontarkan pernyataan yang menghina pelatihnya sendiri, baik secara verbal atau melalui sosial media. Kerapkali pemain yang melakukannya tidak terima dengan perlakuan pelatih kepadanya, dengan alasan yang berbeda-beda. Bisa jadi salah satu faktor tersebut seperti jarang dimainkan di tim inti, dan hanya menghuni bangku cadangan.

Siapa pemain-pemain yang tergolong di dalamnya? Berikut FTB90 merangkum lima pemain yang menghina pelatihnya sendiri, dan menghiasi media hingga saat ini.

5. Serge Aurier

FBL-FRA-LIGUE1-PSG-AURIER

Bek sayap Paris Saint-Germain (PSG) agaknya terlampau senang kala mengupload video di Periscope, dan terkena konsekuensi atas perbuatannya yang konyol. Aurier menghina pelatihnya yang baru teken kontrak baru, Laurent Blanc dan juga rekan setimnya seperti Angel di Maria, dan Zlatan Ibrahimovic

Akibat perbuatannya yang kelewat batas itu. Klub memberinya hukuman bertanding saat PSG menjamu Chelsea di leg pertama 16 besar Champions League.

“Video yang dibuat secara personal mengandung komentar yang jelas tak bisa diterima, terutama datangnya dari pemain Paris Saint-Germain, kepada rekan setim dan terutamanya kepada manajer, Laurent Blanc,” bunyi pernyataan di laman resmi PSG

“Saya mengambil keputusan menghukum Serge Aurier. Paris Saint-Germain klub yang sangat kuat dan tidak bisa disentuh siapapun. Saya tak akan membiarkan siapapun menempatkan klub di posisi sulit dan mengganggu tujuan kami, dimulai dengan melawan Chelsea, laga yang sangat dinanti suporter kami,” imbuh pemilik PSG, Al-Khelaifi

Sang pemain pun mengaku khilaf dan meminta maaf kepada klub serta Blanc.

“Saya melakukan hal yang benar-benar bodoh. Saya di sini ingin meminta maaf kepada pelatih, rekan setim, klub dan suporter. Saya ingin meminta maaf terutamanya kepada pelatih, saya pikir saya hanya dapat meminta maaf kepadanya atas apa yang telah ia lakukan kepada saya sejak tiba di PSG,” papar Aurier.

4. Roy Keane

Roy Keane

Memiliki tipikal bermain yang keras saat aktif sebagai pemain terutamanya saat jadi kapten di Manchester United, Keane juga pria yang tak segan-segan berucap keras kala mengkrik pemain atau bahkan manajer klub.

Ia pernah berucap kasar kepada mantan manajer Republik Irlandia, Mick McCarthy, dan membawa embel-embel nasionalisme negara dalam ucapannya saat masih bermain dahulu.

“Anda pemain yang buruk, juga manajer yang buruk. Satu-satunya alasan saya berurusan dengan Anda, adalah entah kenapa Anda manajer negara saya, dan Anda bahkan bukan orang Irlandia, Anda Inggris!” ujar Keane.

McCarthy pun menunjukkan dominasinya dan tidak menyertakan Keane di Piala Dunia 2002 akibat ucapannya itu.

3. Abdullah Qassem

Abdullah Qassem (C) of UAE's Al-Jazira c

Mulutmu harimaumu, hati-hati dan berpikir lah sebelum berucap. Hal itu mungkin akan terus diingat pemain Timnas Uni Emirat Arab (UEA), Abdullah Qassem. Pemain Al-Dhafra itu mengkritik dan menunjukkan gestur yang tidak sewajarnya ditunjukkan untuk manajer Timnas UEA, Mahdi Ali, yang tidak menyertakannya ke dalam skuat.

Alhasil sang pemain dan juga perekam video yang juga pemain Al-Dhafra diberi hukuman tiga bulan penjara! Video itu dinilai tidak pantas disebarkan secara publik, dan hukuman tiga bulan penjara itu jelas merusak karier sepak bola yang telah dibangunnya.

2. Nicolas Anelka

French footballer Nicolas Anelka arrives

Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Anelka sama sekali tidak menyesal menghina dan mengkritik pelatih Timnas Prancis di masa lalu, Raymond Domenech, hingga akhirnya Anelka dipulangkan lebih awal dari skuat yang bermain di Piala Dunia 2010.

“Saya menghina pelatih yang telah dihina seluruh Prancis, pelatih yang tak pernah memenangi apapun dari Ligue 2 dan Turnamen Toulon! Dia tak tahu kemenangan. Saya menghargainya karena saya pikir dia orang yang baik, tapi saya tak punya respek kepada pelatih karena ia tak pantas mendapatkannya,” ketus Anelka.

Selepas kasus itu Anelka diberi larangan 18 bertanding bersama Prancis yang diberikan asosiasi sepak bola Prancis, sekaligus mengakhiri karier internasionalnya.

1. Kevin Prince Boateng

Germany v Ghana: Group G - 2014 FIFA World Cup Brazil

Kejadian terjadi pada World Cup 2014. Dua pemain Timnas Ghana, Kevin-Prince Boateng dan Sulley Muntari bermasalah dengan manajemen Timnas Ghana. Boateng jadi tertuduh karena dituding menghina pelatih Ghana, Kwesi Appiah.

Sang pelatih kesal lantaran Boateng berucap kasar saat menjalani sesi latihan dan melawan Timnas Jerman. Dan Appiah tak senang ucapan Boateng itu, karena tidak memberi contoh baik kepada pemain muda tim. Appiah pun dengan tegas berucap bahwa Boateng takkan masuk lagi rencana timnya.

0 nhận xét:

Đăng nhận xét