Paul Scholes, Ryan Giggs, Frank Lampard dan Steven Gerrard siapa yang tidak mengenal mereka? Ya, mereka merupakan beberapa gelandang terbaik di eranya. Namun, setiap klub juga memiliki pemain yang gagal bersinar dan tampil sangat buruk di Premier League.
Berikut ini tujuh gelandang terburuk dalam sejarah Premier League.
Semua tentang sepak bola di Aplikasi FTB90. Download di App Store dan Play Store.
7. Milan Jovanovic
Jovanovic sempat diberikan kesempatan untuk memperkuat lini tengah Liverpool dan dia bermain sebanyak 10 kali di Premier League. Namun, Jovanovic gagal menembus tim inti The Reds dan kebanyakan duduk manis di bangku cadangan. Akhirnya, dia memutuskan untuk cabut dari Anfield.
6. Kazuyuki Toda
Sejumlah klub Premier League memutuskan untuk mencari pemain dari Asia, langkah itu juga coba diikuti Tottenham Hotspur pada 2003. Kebanyakan para pemilik klub membeli pemain dari Asia ingin menjual merchandise tanpa melihat kualitas dari sang pemain itu sendiri. Spurs memutuskan untuk merekrut Kazuyuki Toda setelah tampil gemilang bersama Shimizu S-Pulse.
Sayang, gelandang bertahan asal Jepang tersebut tidak mampu memperlihatkan permainan terbaiknya. Toda hanya mampu bermain sebanyak empat kali bersama tim asal London Utara tersebut. Akhirnya, dia memutuskan untuk pindah ke Belanda sebelum kembali ke Jepang.
5. Slavisa Jokanovic
Salah satu pemain yang gagal menampilkan permainan terbaiknya adalah Slavisa Jokanovic. Sejak dibeli dengan harga sebesar 1,7 juta pound pada Oktober 2000, mantan pemain tim nasional Yugoslavia itu gagal memperlihatkan permainan terbaiknya di Chelsea.
Jovanovic gagal memberikan dampak yang positif untuk lini tengan tim asal London Barat tersebut. Akhirnya dua musim kemudian, pemain yang menempati posisi gelandang tersebut meninggalkan Stamford Bridge.
4. Alberto Aquilani
Salah satu pemain dengan harga tinggi yang tampil buruk dalam sejarah Premier League. Pada 2009, Liverpool kepincut untuk mendatangkan Aquilani ke Merseyside setelah melihat penampilannya bersama AS Roma. Gelandang asal Italia itu diboyong dengan harga 17 juta pound.
Namun, penampilannya di musim pertama sangat mengecewakan. Dia tidak mampu beradaptasi dengan gaya permainan di Premier League dan Aquilani akhirnya dipinjamkan kembali ke klub Italia.
3. Ousmane Dabo
Penampilan buruk juga diperlihatkan Ousmane Dabo saat memperkuat Manchester City. Bahkan, Dabo sampai ribut dengan pemain setimnya Joey Barton yang kecewa melihat permainan buruknya. Keributan terjadi dalam sebuah pertandingan di Premier League.
Akibatnya, gelandang asal Prancis itu masuk rumah sakit. Total, Dabo hanya bermain sebanyak 22 kali dalam dua musim memperkuat Manchester City.
2. Alberto Mendez
Pada 1990-an, Arsene Wenger cukup aktif membeli pemain. Terbukti, pelatih asal Prancis itu memboyong sejumlah pemain bintang seperti Thierry Henry dan Patrick Viera untuk bergabung dengan The Gunners. Namun, tidak semua pembelian yang dilakukan Wenger berhasil.
Salah satunya adalah Alberto Mendez. Pemandu bakat Arsenal cukup terkesan dengan permainan Mendez di liga Jerman sehingga melaporkan kepada Wenger, yang tertarik untuk merekrutnya pada 1997. Sayang penampilannya mengecewakan. Mendez hanya bermain sebanyak empat kali di liga selama lima tahun memperkuat The Gunners.
1. Gabriele Ambrosetti
Fans Chelsea saatnya untuk belajar sejarah dalam hal mengenang salah satu pemain terburuk di Premier League ini. Sebelum era Roman Abramovich, The Blues memang aktif di bursa transfer. Namun, kebijakan itu ternyata tidak membuahkan hasil termasuk ketika membeli Gabriele Ambrosetti.
Awalnya pelatih Chelsea ketika itu Gianluca Viallia melabelinya sebagai “Ryan Giggs asal Italia”. The Blues pun memutuskan untuk membelinya dengan banderol sebesar 3,5 juta pounds pada 1999. Selama empat tahun di tim asal London Barat tersebut penampilannya mengecewakan. Ambrosetti pun hanya bermain sebanyak 16 kali di liga.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét