Manchester United salah satu klub besar dunia dan memiliki sejarah kesuksesan di masa lalu. Banyak pemain-pemain yang telah pergi meninggalkan status sebagai legenda klub, dan banyak juga yang pergi karena kalah bersaing, tak memiliki kualitas mumpuni bermain bersama United, atau bermasalah dengan klub serta manajer.
Setan Merah juga memiliki filosofi yang menjadi identitas klub, yakni mengorbitkan pemain muda menjadi bintang klub di masa datang. Pemain itu bisa datang dari akademi United atau dari klub lainnya.
Dan meski manajer berganti dari Sir Alex Ferguson, David Moyes, hingga Louis van Gaal saat ini. Filosofi itu tetap terjaga dengan munculnya nama-nama seperti Adnan Januzaj, Jesse Lingard, Cameron Borthwick-Jackson, Guillermo Varela, Paddy McNair, dan Andreas Pereira.
Namun sepak bola tetap permainan 11 orang pemain dan tidak semua pemain itu bisa langsung mendapatkan tempat inti, apalagi jika ada pemain yang lebih pantas bermain. Oleh karena itu banyak di antara mereka yang ingin hengkang atau dipinjamkan ke klub lainnya untuk jam bermain yang lebih banyak, seperti halnya Pereira.
Terang-terangan pemain berdarah Brasil mengungkapkan hasratnya untuk dipinjamkan ke klub lainnya agar lebih sering bermain. Pereira bisa mengikuti jejak James Wilson yang terlebih dahulu dipinjamkan ke Brighton and Hove Albion.
Akan tetapi Pereira berbeda dengan Wilson. Ada lima faktor yang menjadi alasan kuat mengapa ia tak boleh dipinjamkan ke klub lain, apa saja kelima faktor tersebut?
Semua tentang sepak bola selengkapnya ada di Aplikasi FTB90. Dapatkan di App Store dan Play Store.
5. Kedalaman Skuat Kian Berkurang
United boleh saja tersingkir dari Champions League dan League Cup. Tapi Wayne Rooney dan kawan-kawan masih terlibat di Premier League, FA Cup, dan Europa League. Raihan trofi jelas jadi hal yang sangat dinantikan suporter.
Dan untuk menjaga keseimbangan skuat agar tetap kompetitif, Van Gaal membutuhkan semua pemainnya untuk fit dan bisa dirotasi olehnya. Pasalnya menurunkan pemain yang sama berpotensi memperbesar resiko cedera dan dapat mengganggu performa tim, apalagi jika kedalaman skuat tidak seimbang.
Meminjamkan Pereira bisa jadi blunder dari manajemen, ia bisa saja tiba-tiba bermain lebih sering ketika sederet pemain utama United cedera. Yang perlu dilakukan untuk menahannya adalah bujukan Van Gaal kepada sang pemain, meyakinkan bahwa ia masih masuk rencananya hingga akhir musim nanti.
4. Bisa Bernasib Sama Seperti Paul Pogba
Hal itu sepatutnya jadi kekhawatiran bagi Manchester Merah. Pogba hengkang menuju Juventus pada 2012 karena merasa tak diberi kepercayaan oleh Ferguson, dan ia pergi dengan gratis karena tak ingin menandatangani kontrak baru. Keputusannya pun tepat karena ia kini jadi salah satu gelandang muda terbaik dunia.
Pereira bisa jadi bernasib sama meski saat ini hanya ingin dipinjamkan ke klub lain. Akan tetapi keinginannya untuk pergi meninggalkan klub itu, bisa jadi indikasi lain bahwa ia tak terlalu senang berada di Old Trafford.
Jika ia benar dipinjamkan kemudian tampil bagus di klub barunya itu, Pereira bisa saja ingin bertahan di klub tersebut dengan alasan kenyamanan dan kepercayaan yang telah diberikan. Itulah kenapa lebih baik tak meminjamkannya, dan lebih sering memainkannya.
3. Tekanan Besar kepada Van Gaal
Pereira yang ingin dipinjamkan ke klub lain, lalu kenapa Van Gaal yang tertekan? Keinginan Pereira itu menandakan dua hal, yakni ketidakmampuan Van Gaal untuk meyakinkan pemain bahwa ia jadi bagian rencananya.
Dan yang keduanya tentu tuntutan dari fans loyal Setan Merah. Van Gaal saat ini mendapatkan kritikan agar timnya bermain lebih menyerang dan tidak monoton dengan penguasaan bola yang dimiliki. Terutamanya mengembalikan ketajaman di lini depan, dan tidak hanya mengandalkan Rooney dan Anthony Martial semata.
Van Gaal sebelumnya telah meminjamkan Wilson, dan hanya menarik kembali Adnan Januzaj serta Will Keane. Oleh karena itu meminjamkan Pereira tak ubahnya memancing fans untuk kian menyudutkannya agar angkat kaki dari United.
Fans tentu tahu bahwa Pereira pemain ofensif yang bisa menambah variasi serangan United. Membiarkannya pergi sama saja melepas satu lagi pemain, yang bisa mempertajam lini depan.
2. Pemain yang Langka
Dari seluruh skuat yang dimiliki Van Gaal dari pemain muda hingga senior, tak ada pemain yang memiliki tipikal bermain seperti Pereira. Selain dapat bermain di banyak posisi pada sektor gelandang serang tengah hingga melebar, Pereira juga punya keunikan.
Darah sepak bola Negeri Samba yang turun dari ayahnya, Marcos Pereira yang juga pesepakbola profesional di masa silam, membuat permainannya seru untuk dilihat. Pereira mahir mengolah si kulit bundar dan memiliki ratusan trik untuk melewati lawannya.
Pemain langka yang dimiliki United ini tentu akan sangat membantu Van Gaal mencapai target musim ini, hanya kepercayaan yang dibutuhkan Pereira dari sang manajer, yakni jam bermain yang lebih banyak. Selain itu tipikal pemain seperti Pereira kerap bisa membantu tim di saat sulit dan jadi pembeda hasil akhir laga United.
1. Berkaca dari Januzaj
United bisa saja berharap peminjaman Pereira kian mengembangkan permainannya, dan kembali sebagai pemain yang lebih matang. Tapi hal itu bisa saja sekedar menjadi angan-angan belaka laiknya Januzaj.
Harapan sama diberikan kepada Januzaj saat meminjamkannya awal musim ini ke Borussia Dortmund. Namun yang ada Thomas Tuchel jarang memainkannya dan akhirnya pemain Belgia kembali lagi ke Manchester.
Berkaca dari pengalaman pahit Januzaj itu. Alangkah bijak jika United mempertahankan Pereira jika kans kisah Januzaj itu terulang kembali, buat apa meminjamkan Pereira jika akhirnya ia juga jarang bermain bersama klub barunya?
Paling tidak bersama United ia bisa memperdalam komunikasi dengan pemain lainnya pada sesi latihan, hingga kian melebur dengan permainan United besutan Van Gaal saat ini.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét