Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thứ Ba, ngày 05 tháng 4 năm 2016

10 Negara Kecil yang Diwakili Pemain di Premier League


Premier League merupakan salah satu kompetisi terbaik di dunia. Banyak pemain dari segala penjuru dunia ingin merasakan panasnya kompetisi tersebut.

Kebanyakan pemain dari Prancis, Spanyol dan Brasil adalah para pemain yang berlaga di kompetisi tertinggi di Inggris tersebut.

Namun, sekarang ini ada 101 negara asing yang menjajah sepakbola Inggris. Berikut ini, 10 negara kecil yang pemainnya berlaga di Premier League, dan beberapa nama negara ini mungkin belum pernah Anda dengar!
10. Angola


​Angola merupakan salah satu Negara kecil yang pernah mengirimkan pemainnya ke Premier League. Pemain yang pernah merasakan panasnya pertandingan di Inggris adalah Manucho. Setelah tampil mengesankan pada waktu trial, Sir Alex Ferguson memutuskan untuk mengontraknya pada Desember 2007.

Sayang, penyerang asal Angola itu gagal total di Old Trafford. Manucho hanya mampu tampil satu kali untuk Manchester United di liga sebelum dipinjamkan ke beberapa tim. Setelah itu, dia akhirnya meninggalkan Setan Merah pada 2009. Manucho menjadi satu-satunya wakil dari mantan koloni Portugal tersebut yang bermain di Inggris.
9. Lithuania

​Kala itu, Tomas Danilevicius dianggap sebagai salah satu rekrutan terbaik yang pernah dilakukan Arsene Wenger dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pemain asal Lithuania itu hanya bertahan selama 12 bulan dengan The Gunners sejak kedatangannya dari klub Swiss, Lausanne.

Kendati menjadi salah satu pemain berpengalaman yang pernah dimiliki Lithuania, pemain berusia 34 tahun tersebut hanya dua kali bermain untuk Arsenal.

Lithuania merupakan Negara yang memiliki penduduk sebanyak tiga juta orang. Sekarang, kiper ketiga Watford, Giedrius Arlauskis menjadi wakil Lithuania untuk bermain di Premier League.
8. Benin


​Gelandang andalan WBA Stephane Sessegnon dan penyerang jangkung Aston Villa, Rudy Gestede keduanya berasal dari Benin.

Sessegnon sudah bermain di Premier League sejak 2011 ketika Sunderland mendapatkannya dari PSG. Gestede menjadi pemain kedua Negara asal Afrika itu yang bermain di Premier League setelah Aston Villa merekrutnya dari Blackburn Rovers.

Namun Sessegnon bukanlah pemain pilihan utama. Sedangkan Gestede gagal menyelamatkan Aston Villa dari ancaman degradasi.
7. Guyana


​Berkat sepakbola, nama Guyana dapat dikenal dunia. Sebab, ada empat pemain mereka yang berhasil bermain di Premier League. Mereka adalah Matthew Briggs, Neil Danns, serta Leon dan Carl Cort.

Permainan Carl Cort cukup cemerlang di Inggris. Dia pernah bermain untuk Wimbledon dan Newcastle United. Selain itu, dia juga pernah mengenakan seragam Wolves, Leicester City dan Norwich City.

Guyana dianggap bagian dari kepualauan Karibia. Tapi, faktanya posisi mereka lebih dekat dengan wilayah Amerika Selatan.
6. Seychelles


​Namanya mungkin tidak terlalu terkenal, namun Kevin Betsy merupakan salah satu pemain dari Negara Seychelles yang cukup lama bermain di Inggris. Pemain berusia 38 tahun itu setidaknya pernah bermain di 12 klub berbeda di Inggris.

Namanya mulai tenar di Premier League ketika membela Fulham. Saat itu, Betsy membela Fulham melawan Manchester United. Itu merupakan satu-satunya penampilan gelandang Seychelles itu untuk Fulham.

Seychelles merupakan sebuah Negara yang terletak di Samudera Hindia, dekat dengan Madagascar. Negara ini terbagi dari 115 pulau yang berbeda.
5. Burundi


​Gael Bigirmana dan keluarganya pindah ke Inggris sebagai imigran dari Burundi. Dia memulai karier sebagai pemain sepakbola di Inggris ketika masih muda. Klub pertamanya adalah Coventry City. Pelatih akademi Gregor Rioch merupakan orang yang melihat bakatnya.

Newcastle United rupanya tertarik untuk meminang Rioch dan memutuskan untuk mengontraknya pada musim 2012. Dia tampil sebanyak 13 kali di Premier League, tapi kemudian kembali ke Coventry City sebagai status pemain pinjaman.

Burundi merupakan sebuah Negara yang terletak di Afrika pusat. Mereka termasuk dalam lima Negara paling miskin dalam sejarah.
4. Oman


​Ali Al-Habsi merupakan satu-satunya pemain dari Negara kecil dari Arab yang pernah bermain di Premier League. Saat itu, kiper asal Oman tersebut memperkuat Wigan Athletic. Sayang, dia gagal membantu timnya lolos dari degradasi di Premier League di musim 2014/15. Sekarang, dia bermain untuk Reading di Championship.

Dia menjadi Warga Negara Oman pertama yang bermain di Eropa pada 2003. Oman merupakan salah satu Negara yang termasuk di Semenanjung Arab. Mereka merupakan tetangga dari Arab Saudi dan Uni Emriates Arab.
3. Cape Verde


​Negara Afrika, Cape Verde menempatkan dua pemain yang pernah berlaga di Premier League. Mereka adalah Pedro Miguel Cardoso Monteiro atau yang dikenal dengan sebutan Pele dan Adison Tavares Varela atau biasa disapa Cabral.

Pele tidak meraih prestasi yang cukup baik di Inggris. Dia tidak mampu menembus tim inti di Southampton dan WBA. Sedangkan Cabral dipinang Sunderland pada tahun 2013, tapi baru sekali tampil untuk tim itu.

Cape Verde adalah sebuah negara republik yang terletak di rantai kepulauan di Samudra Atlantik Utara, pada pesisir barat Afrika. Mereka merupakan mantan jajahan Portugal. Mereka memiliki penduduk sekira 500 ribu orang.
2. Kepulauan Faroe


​Gunnar Nielsen menjadi pemain pertama yang berasal dari Kepulauan Faroe yang mampu bermain di Premier League.

Kendati tidak mampu menembus tim utama di Blackburn Rovers, Manchester City tertarik untuk merekrutnya pada musim 2009. Dia menjadi kiper pilihan ketiga.

Kepulauan Faroe merupakan sebuah Negara yang terletak antara Denmark dan Islandia. Mereka mendapatkan kemerdekaan dari Denmark pada 1948. Negara itu memiliki penduduk sebanyak 50.000.
1. Curacao


​Curaçao adalah sebuah Negara yang terletak di pulau di Laut Karibia sebelah selatan. Curacao terdiri dari dua pulau. Mereka merupakan salah satu negara konstituen Kerajaan Belanda.

Hebatnya, mereka masih mampu mengirimkan tiga pemain yang berlaga di Premier League. Mereka adalah Kemy Agustien yang sukses di Swansea, kemudian Shelton Martis gagal tampil meyakinkan di West Brom dan Cuco Martina, pemain belakang andalan Southampton. Dia tampil ketika Southampton berhadapan dengan Arsenal pada musim ini.

Thứ Hai, ngày 04 tháng 4 năm 2016

Terlibat Insiden di Klub Malam, Wilshere Berurusan dengan Kepolisian


Gelandang Arsenal, Jack Wilshere, diketahui terlibat insiden di suatu klub malam yang berada di London, Inggris. Peristiwa ini terungkap setelah pemain asli Inggris itu tertangkap kamera sedang diinvestigasi polisi, tepat di luar klub malam tersebut.
Seperti dikutip ​Mirror, Jack Wilshere dan beberapa rekan-rekannya tampak memberikan keterangan kepada anggota kepolisian mengenai apa yang terjadi di dalam klub malam tersebut. Tapi hingga kini belum bisa dipastikan inisiden apa yang membuat Wilshere harus memberikan keterangan kepada kepolisian.

Video itu sendiri memperlihatkan sejumlah anggota polisi melakukan patroli di area klub malam tersebut sebelum menanyai Wilshere dan teman-temannya. Wilshere juga diketahui membawa kekasihnya, Andriani Michaels ke klub tersebut.
Menurut kabar lainnya, Wilshere terlibat adu mulut dengan seorang pengunjung pria hingga berlanjut ke jalanan. Pria itu mengaku diserang oleh Wilshere, namun hal ini dibantah oleh pemain berusia 24 tahun tersebut.
Wilshere sendiri sudah absen dari lapangan hijau sejak Juni 2015 karena mengalami cedera. Pemain berkebangsaan Inggris itu baru akan kembali menjalani latihan April 2016 ini meski peluangnya untuk tampil di sisa musim 2015/16 ini masih sangat tipis.

Thứ Năm, ngày 10 tháng 3 năm 2016

Liverpool 2-0 Manchester United: Setan Merah Tampil Melempem di Anfield

Liverpool sukses mengakhiri duel pada babak 16 besar Europa League leg pertama menghadapi Manchester United dengan kemenangan telak dua gol tanpa balas pada Jumat (11/3) dini hari WIB. ​Daniel Sturridge mampu mengantarkan tim tuan rumah unggul pada awal babak pertama, dan Roberto Firmino sukses menambah derita Setan Merah pada babak kedua. 

Detil pertandingan

Liverpool langsung bermain dengan sangat menekan sejak menit pertama, tetapi The Reds masih belum berani untuk melancarkan serangan sampai menusuk pada jantung pertahanan Manchester United. Hasilnya adalah mereka masih belum mampu menciptakan peluang apa pun hingga sembilan menit pertama. 

Masuk pada menit 11, Setan Merah secara perlahan mencoba melakukan serangan dari sisi sayap kanan pertahanan tim tuan rumah. Tetapi lini pertahanan Liverpool yang begitu rapat membuat Juan Mata dkk. masih belum mampu mengirimkan bola pada pemain di area kotak terlarang lawan. 

Liverpool v Manchester United - UEFA Europa League Round of 16: First Leg

Petaka bagi Manchester United hadir pada menit 20 ketika Memphis Depay menjatuhkan salah satu pemain Liverpool di kotak penalti. Daniel Sturridge yang melakukan eksekusi penalti langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sempurna untuk mengantarkan timnya unggul 1-0 atas Manchester United. 

Meski berada dalam kondisi tertinggal, para pemain Setan Merah terlihat tak melancarkan serangan. Bahkan pada menit 30 Liverpool masih tetap mampu menciptakan berbagai peluang melalui aksi Sturridge di lini depan. Beruntung De Gea sangat siap dalam mengamankan tendangan yang dilancarkan oleh Sturridge. Namun hingga laga babak pertama memasuki jeda, tidak ada gol lain yang berhasil diciptakan oleh kedua kubu. 

Liverpool tetap tak menurunkan tempo permainannya ketika masuk babak kedua, dan terbukti pada lima menit pertama mereka sukses membuat sejumlah pemain tim tamu melakukan pelanggaran untuk mematikan pergerakan para pemain Liverpool. 

Coutinho mempunyai sebuah kesempatan untuk menciptakan gol melalui tembakan jarak jauh, namun usahanya sukses digagalkan oleh De Gea dan hanya menghasilkan tembakan sudut. Laga berjalan dengan semakin keras ketika masuk pada menit 59, dengan para pemain Manchester United harus melakukan tekel keras untuk mengantisipasi serangan dari Adam Lallana dkk. 

FBL-EUR-C3-LIVERPOOL-MAN UTD

Gol yang dinanti-nantikan pun pada akhirnya berhasil didapatkan kembali oleh Liverpool pada menit 73 melalui aksi Roberto Firmino. Bermula dari salah umpan yang dilakukan oleh pemain Manchester United di dalam kotak terlarang, Lallana langsung mengirimkan bola kepada Firmino yang berada dalam posisi tak terkawal untuk bebas menceploskan bola pada gawang De Gea. Liverpool unggul 2-0 atas Setan Merah. 

Manchester United memperoleh sebuah kesempatan untuk memperkecil kedudukan pada menit 84. Namun sayangnya sundulan yang mereka dapatkan masih tetap melebar dari sisi gawang Mignolet pada kesempatan tersebut. 

Masuk pada lima menit akhir pertandingan, kedua kubu mencoba untuk membuat tempo permainan menurun. Alhasil bola hanya berkutat pada lini tengah saja. Keunggulan dua gol tanpa balas tersebut pada akhirnya mampu dipertahankan oleh Liverpool hingga laga berakhir. 

Susunan pemain

Liverpool: Simon Mignolet; Nathaniel Clyne, Dejan Lovren, Mamadou Sakho, Moreno; Emre Can, Jordan Henderson; Lallana, Coutinho, Roberto Firmino; Daniel Sturridge.

Manchester United: David De Gea; Varela, Chris Smalling, Daley Blind, Marcos Rojo; Schneiderlin, Fellaini; Memphis Depay, Juan Mata, Anthony Martial; Marcus Rashford.

Susunan Pemain Europa League: Liverpool vs Manchester United

​​

​​

Duo Eks Pemain United Akui Scholes Lebih Baik dari Ronaldo

Manchester United mengukir kejayaan masa lalu di era Sir Alex Ferguson, dan salah satu pemain terbaiknya yang mengenakan nomor punggung 7 adalah Cristiano Ronaldo. Winger asal Portugal itu bermain sejak 2003 hingga 2009, sebelum akhirnya ia menerima pinangan Real Madrid.

Ronaldo sukses meraih prestasi individu dan juga memberikan trofi untuk tim, dan saat ini merupakan salah satu pemain terbaik dunia bersama Lionel Messi. Meski menyandang status pemain terbaik dunia, Ronaldo nyatanya di Old Trafford bukan yang terhebat kala itu.

Kompatriot Ronaldo yang bermain di Fenerbahce, Luis Nani, menilai legenda United lainnya, Paul Scholes lebih baik dari Ronaldo. Nani yang bermain bersama Scholes selama lima setengah musim, hanya dua musim bermain bersama Ronaldo, namun ia menjadi saksi total 68 gol Ronaldo di dua musim tersebut.

“Betapa banyaknya pemain hebat. Ronaldo, pemain terbaik dunia saat ini tapi pada saat itu (di United) Scholesy sangat hebat. Saya banyak belajar darinya saat berlatih. Ada pemain lain juga, tapi dia yang paling disorot saat itu,” ucap Nani seperti dilansir ​Mirror, Kamis (10/3).

Ditambahkan oleh eks pemain United lainnya yang saat ini bersama Nani di Fenerbahce, Robin van Persie. Scholes juga pemain yang hebat, dan banyak pemain berkualitas sepertinya laiknya Ryan Giggs, Nemanja Vidic, dan Rio Ferdinand.

“Saya bermain dengan Scholes selama semusim, tapi dia cedera selama beberapa bulan. Bahkan saat berlatih Anda bisa melihat kualitas Scholes, Giggs. Saya benar-benar menikmati waktu bermain dengan mereka,” tambah Van Persie.

“Mereka pemain yang punya gaya masing-masing di posisinya. Saya juga benar-benar menikmati permainan Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand. Sulit menyebutkan salah satunya siapa yang terbaik, dua atau bahkan tiga,” pungkasnya.

Disiuli Fans dan Dinilai Tak Lagi Komitmen di Chelsea, Ivanovic Pasang Badan untuk Hazard

Winger Chelsea berusia 25 tahun, Eden Hazard, tengah menjadi sorotan dan bulan-bulanan kritikan media hingga fans. Hal itu terjadi lantaran sikap yang ditunjukkannya kala kalah dari Chelsea dengan skor 1-2 di leg kedua 16 besar Champions League, yang berlangsung di Stamford Bridge oleh Paris Saint-Germain (PSG).

Dua gol dari Adrien Rabiot dan Zlatan Ibrahimovic hanya mampu dibalas gol tunggal Diego Costa, dan PSG lolos ke perempat final Champions League dengan total agregat gol 4-2. Dalam laga itu, Hazard melakukan aksi yang mengejutkan publik Stamford Bridge.

Eks pemain OSC Lille bertukar baju dengan winger PSG, Angel di Maria, saat babak pertama berakhir dengan skor 1-1. Sontak aksi itu memunculkan banyak spekulasi, yang mempertanyakan komitmen Hazard bersama Blues. Apalagi PSG merupakan klub yang getol menginginkannya di bursa transfer musim dingin lalu.

Fans pun menyiulinya kala Guus Hiddink menariknya keluar pada menit 77 dan menggantinya dengan Oscar. Hazard dinilai bermain setengah hati untuk klub asal London itu.

Menanggapi hal tersebut, rekan setim Hazard di Chelsea, Branislav Ivanovic ikut angkat bicara. Kapten Chelsea pengganti John Terry itu pasang badan membela Hazard, dan menilai komitmennya tidak diragukan lagi untuk Chelsea. Bahkan ia menilai pemain asal Belgia itu menampilkan performa terbaiknya saat melawan Les Parisiens.

“Sebetulnya ini bukan alasan, tapi orang harus berpikir akan fakta dia (Hazard) memulai laga dengan kondisi cedera. Apakah itu menunjukkan betapa komitmennya dia?  Ya. Tentu saja ketika Anda kalah, fans tidak bahagia dan mereka harus seperti itu (menyiuli pemain),” ucap Ivanovic kepada​ Evening Standard, Kamis (10/3).

“Tapi dalam opini saya penampilannya tadi (melawan PSG) adalah penampilan terbaiknya sejauh ini, dia sangat kuat dan cepat. Dia ingin mencetak gol dan punya beberapa momen di mana dia terlihat tampil seperti musim lalu (performa terbaiknya),” lanjut pria asal Serbia.

7 Hal yang Terjadi Sejak Manchester United Gagal di Champions League

​Terakhir kali Manchester United gagal berlaga di Champions League adalah masa terakhir David Moyes di Old Trafford. Setelah gagal di perempat final musim 2013/14, David Moyes membawa United turun lebih dalam.

United finis di peringkat ketujuh klasemen akhir musim. Hal ini menjadikan salah satu tim terkaya dunia itu absen di Champions League musim 2014/15.

Nah, apa yang terjadi sejak Manchester United gagal lolos ke Champions League?

7. David Moyes Dipecat 2X

Real Sociedad de Futbol v Elche FC - La Liga

​Yang pertama tentu saja dipecat sebagai manajer Manchester United. Moyes kabarnya mendapat kompensasi sebesar £5 juta akibat penghentian hubungan kerja itu. Ia lalu mendapat tawaran melatih Real Sociedad.

Moyes datang ke La Liga pada 10 November 2014 sebagai maajer Sociedad yang baru. Salah satu momen penting di sana adalah kemenangan 1-0 atas Barcelona. Namun, musim kedua tak semanis kesan pertama.

David Moyes dipecat pada 9 November 2015 setelah menangani 42 pertandingan namun mengawali musim kedua dengan catatan sangat buruk.

6. Louis Van Gaal ke Old Trafford

Manchester United v Stoke City - Premier League

​Mantan manajer Timnas Belanda ini sempat dianggap sebagai sang manajer yang ditunggu-tunggu setelah kegalauan para suporter akibat ditangani David Moyes. Louis van Gaal sejak awal mengklaim diberi warisan tim rusak atau bobrok.

Ia berjanji akan memberikan kesempatan bagi para pemain muda (sejak musim lalu janji ini ditepati). Namun, makin jauh orang melihat performa United di tangan LvG, kritik mulai berdatangan, walau musim pertama diakhiri dengan finis peringkat keempat. 

Musim ini juga sama saja dalam hal kritik. Bahkan rumor pemecatan telah muncul dalam beberapa pekan awal musim ketika United tampak tertatih-tatih bertarung melawan tim-tim besar dan kejutan.

5. Jokowi Menjadi Presiden

Ekspresi Jokowi

​Pertarungan politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) vs Koalisi Merah Putih (KMP) mencapai final ketika pemilihan presiden Indonesia 2014. Joko Widodo dari KIH terpilih menjadi presiden RI ke-7.

Banyak pro dan kontra seputar kepemimpinan beliau. Pertarungan tetap berlanjut pasca pemilihan. Namun, KMP akhirnya membubarkan diri walau Prabowo Subianto ​menurut klaim PKS tak pernah menyatakan koalisinya bubar.

4. Donald Trump Calon Presiden Amerika Serikat

​Salah satu orang terkaya di Amerika Serikat ini mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat menggantikan Barack Obama. Dalam beberapa pidato kampanye, Trump melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial berbau rasisme dan diskriminasi.

Nyatanya kampanye Trump masih berlanjut dan tampak mendapat dukungan cukup banyak dari publik pemilih di AS. Hilary Clinton juga menjadi salah satu kandidat yang bersaing melawan konglomerat yang pernah punya skandal asmara ini.

3. Muncul Fenomena Football Leaks

FILES - Picture taken 29 June 2005 shows

​Setelah kehebohan soal kehadiran Wiki Leaks mereda, di dunia sepakbola muncul juga situs pembocor rahasia. Football Leaks telah mengungkap banyak nilai kontrak rahasia kontroversial terkait sejumlah bintang besar.

Mesut Ozil, Gareth Bale, David de Gea, sampai Cristiano Ronaldo telah dibongkar perjanjian rahasia mereka dengan klub-klub besar. Hampir semuanya telah dibantah, namun tetap saja tak ada yang bisa memastikan klaim siapa yang paling akurat.

2. Rio Haryanto ke Formula 1

​Setelah cukup lama mencari dukungan terutama soal dana, Rio Haryanto akhirnya menjadi pebalap F1 pertama Indonesia. Sayangnya, dukungan Kemenpora dan Pertamina (sponsor) mendapat reaksi pro-kontra.

Seandainya prestasi Rio tahun ini cukup bagus, musim depan mungkin suara yang kontra akan makin berkurang. Jika sebaliknya, suara yang kontra pasti makin nyaring. Kita harus menunggu perkembangan selanjutnya.

1. Debut Marcus Rashford

FBL-ENG-PR-MAN UTD-WATFORD

​Louis van Gaal menjanjikan kesempatan bagi produk-produk akademi Manchester United unjuk gigi di pentas tim senior. Satu yang paling mencuat adalah Marcus Rashford. Empat gol ia cetak dalam dua laga secara berturut-turut.

Dua dari partai melawan Midtjylland dan dua lagi di Premier League melawan Arsenal. Jesse Lingard juga termasuk debutan sukses sejak musim lalu.