Suporter setia Liverpool tidak pernah melakukan aksi Walk Out (WO) dalam sejarah 132 tahun Anfield Stadium dan mereka benar melakukannya saat tim kesayangan mereka ditahan imbang 2-2 oleh Sunderland di pekan 25 Premier League. Mereka melakukannya sebagai bentuk protes manajemen yang menaikkan harga tiket menjadi 77 poundsterling atau Rp1,5 juta.
Liverpudlian pergi keluar dari Anfield pada menit 77 saat Reds unggul 2-0, dan saat fans mulai keluar dari Anfield. Uniknya Liverpool justru ceroboh dan gagal mengamankan keunggulan itu hingga akhirnya Adam Johnson dan Jermain Defoe, mampu membalas gol Roberto Firmino dan Adam Lallana.
Benar atau tidak permainan Jordan Henderson memburuk setelah ditinggal fans pun diungkapkan oleh pelatih perkembangan pemain Liverpool, Pepijn Lijnders. Ia menggantikan tugas Jurgen Klopp yang tidak hadir di laga itu untuk menjalani operasi pencabutan usus buntu.
“Kami memilih salah satu grup suporter terbaik di dunia, jadi jika mereka ingin membuat pernyataan, mereka punya hak melakukannya. Hal itu (aksi WO suporter) mengubah atmosfir stadion, tapi tidak mental bermain kami. Kami punya skuat muda dengan banyak potensi dan kualitas,” ujar Lijnders seperti dilansir Daily Mail, Minggu (7/2).
Pepijn Ljinders: "We have got one of the best supporter groups in the world so if they want to make a statement they have a right." #LFC
— Viktor Fagerström (@ViktorFagerLFC) February 6, 2016
“Segalanya bergantung kami untuk menciptakan gaya bermain yang lebih berkembang. Anda menyadari menang adalah hasil logis dari perkembangan itu. jujur selama 82 menit kami bermain sangat baik dan mendominasi, tapi di 10 menit terakhir kami mundur dan itu selalu jadi masalah bersama, kami terlalu banyak mengendurkan permainan,” paparnya.
“Pemain tampil luar biasa hebat tapi mereka tahu situasinya. Kami merasa memegang kontrol lalu satu momen mengubah segalanya. Dan masih ada delapan atau 10 menit di mana Anda seharusnya bisa tenang,” lanjut Lijnders.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét