Liverpool sedianya bisa saja mengakhiri laga dengan raihan tiga poin dari Sunderland di pekan 25 Premier League, Sabtu (6/2). Tapi Reds meneruskan laga tak pernah menang menjadi tiga laga dan membuang keunggulan 2-0 dari si Kucing Hitam, yang akhirnya mampu mengejar dan mengakhirinya dengan skor 2-2 di Anfield.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Liverpool tak pernah menang di dua laga terakhirnya melawan West Ham United (0-0) dan Leicester City (0-2). Manajer Liverpool, Jurgen Klopp tak banyak melakukan perubahan pemain dari pemain yang turun melawan Leicester. Mengingat banyaknya pemain Liverpool yang belum pulih.
Ia hanya mengganti Lucas Leiva di lini tengah dengan Joe Allen. Sisanya masih pemain yang sama seperti Jordan Henderson, Emre Can, James Milner, Roberto Firmino, dan Adam Lallana.
Klopp sendiri tidak hadir di pekan 25 ini karena penyakit appendicitis dan posisinya digantikan oleh stafnya seperti Zelkjo Buvac, Peter Krawietz, John Achterberg, dan Pepijn Ljinders.
Sunderland sendiri hanya menang sekali dari lima laga terakhirnya di seluruh kompetisi. Sam Allardyce masih mencari bentuk permainan terbaik untuk memaksimalkan seluruh pemain yang dimilikinya. Ia bahkan memainkan pemain anyar Wahbi Khazri, Jan Kirchhoff, dan Lamine Kone.
Dari awal laga Liverpool langsung mengambilalih penguasaan bola dan mengurung Sunderland di pertahanannya sendiri. Bahkan duo bek sentral Liverpool, Mamadou Sakho dan Dejan Lovren maju hingga garis tengah.
Gaya bermain itu memungkinkan Liverpool mencetak gol, tapi di satu sisi rawan mendapatkan serangan balik pemain Sunderland. Namun hingga waktu berjalan 15 menit Sunderland mampu membuat tuan rumah frustrasi mencetak gol.
Vito Mannone melakukan penyelamatan pertamanya pada menit 19. Mantan kiper Arsenal menepis sepakan Alberto Moreno yang maju menyerang, dan mendapatkan bola dari rekannnya setelah merebut penguasaan dari kaki pemain Sunderland.
Hingga berlangsung 27 menit masing-masing klub sudah melakukan pergantian pemain akibat cedera. Klopp mengganti Lovren dengan Kolo Toure pada menit 12, sementara Allardyce mengganti Duncan Watmore dengan Dame N’Doye pada menit 26.
Liverpool sedianya memiliki banyak peluang untuk unggul karena pertahanan Sunderland yang digalang John O’Shea dan Lamine tidak terlalu rapat. Tapi para pemain Liverpool tidak tenang dalam penyelesaian akhir, persis seperti yang dikhawatirkan Klopp.
Sunderland pun bermain dengan taktik yang cukup unik. Allardyce yang gemar memainkan permainan bola-bola langsung terlalu mengandalkan Jermain Defoe seorang diri di depan. Alhasil Sunderland sulit membangun serangan, dan Defoe mudah dikawal pemain Liverpool.
Jelang laga babak pertama berakhir. Liverpool kembali mengganti pemainnya akibat cedera, dan kali ini giliran Allen yang diganti Jordon Ibe. Pergantian itu tak juga mengubah apapun dan hasil 0-0 tetap bertahan hingga habis paruh interval pertama
Babak Kedua
Liverpool di babak pertama mencatatkan 82 persen penguasaan bola berbanding 18 Sunderland, enam usaha tembakan ke gawang berbanding dua, dan hanya mencatatkan satu peluang tepat sasaran berbanding nol. Tapi itu semua tak berbuah gol.
Di awal babak kedua pun mereka tak mengubah gaya bermain itu. Hanya mereka tak dapat menyelesaikan peluang dari pertahanan solid Sunderland. Empat bek tim tamu dilapisi gelandang mereka, dan Kirchhoff seakan menjadi bek ‘kelima’ Sunderland.
Kesabaran Liverpool membongkar pertahanan Sunderland pun akhirnya berbuah gol di menit 59. Tak perlu ribet bermain, Milner mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti dan Firmino ada di tempat yang tepat untuk menyundulnya ke gawan Mannone. 1-0 Liverpool unggul.
Allardyce pun coba mengubah gaya bermain timnya dan keluar menyerang setelah tertinggal satu gol. Adam Johnson masuk menggantikan Kirchhoff yang notabene gelandang jangkar. Dan peluang langsung mereka ciptakan dari sepakan Patrick van Aanholt yang membuat Simon Mignolet melakukan penyelamatan pertamanya di laga ini.
Dan keunggulan Liverpool kembali bertambah pada menit 69. Setelah mencetak gol, ganti Firmino yang memberi assist kepada Lallana yang menceploskan si kulit bundar ke gawang Mannone. Liverpool unggul 2-0.
Berjalan hingga 75 menit. Allardyce memasukkan pergantian terakhirnya dengan memasukkan Deandre Yedlin yang lebih bertenaga, untuk menghidupkan sisi kanan serangan Sunderland menggantikan Billy Jones.
Sunderland menghidupkan asa agar tidak kalah di laga ini pada menit 82. Johnson mencetak gol indah dengan tendangan bebas ke pojok kiri gawang Liverpool, dan Mignolet tak cukup sigap menggapainya. 2-1 Sunderland coba mengejar ketertinggalan.
Sementara di Anfield meski laga masih berlangsung. Suporter Liverpool meninggalkan stadion sebagai bentuk protes kepada manajemen yang menaikkan harga tiket. Sebuah pesan nyata tentunya untuk manajemen.
Lucas Leiva juga dimasukkan Buvac yang memimpin staf kepelatihan Liverpool menggantikan Klopp. Gelandang bertahan masuk di menit 86 menggantikan sang kapten, Henderson.
Suasana Anfield tiba-tiba sunyi di menit 88. Defoe mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima bola dari Khazri, berputar melewati Sakho yang tidak mengawalnya ketat dan mencetak gol ke gawang Mignolet. Skor pun berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga akhir laga, Liverpool kembali gagal menang.
Susunan Pemain
Liverpool: Simon Mignolet; Nathaniel Clyne, Dejan Lovren (Kolo Toure 12’), Mamadou Sakho, Alberto Moreno; Emre Can, Joe Allen (Jordon Ibe 40+7’), Jordan Henderson (Lucas Leiva 86’); James Milner, Roberto Firmino, Adam Lallana
Sunderland: Vito Mannone, Billy Jones (Deandre Yedlin 75’), John O’Shea, Lamine Kone, Patrick van Aanholt; Jan Kirchhoff (Adam Johnson 66’), Duncan Watmore (Dame N’Doye 26’), Lee Cattermole, Yann M’Villa, Wahbi Khazri; Jermain Defoe






0 nhận xét:
Đăng nhận xét