Leicester City menjaga kans mereka untuk meraih mimpi titel Premier League. Pada pekan 24 yang berlangsung di King Power Stadium, Rabu (3/2) dini hari WIB, The Foxes menang dengan skor 2-0 dan menjaga tempat mereka di puncak klasemen.

Dengan hasil ini Leicester mengoleksi 50 poin dan tetap terpaut tiga poin dengan Manchester City yang ada di urutan dua yang menang 1-0 melawan Sunderland.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Pemuncak klasemen sementara, Leicester menjamu Liverpool di King Power dan ini menjadi pertemuan keduanya musim ini. Pada pertemuan pertama di boxing day tahun lalu, Liverpool menang tipis 1-0 di Anfield.

Manajer Leicester, Claudio Ranieri menurunkan skuat terbaiknya yang menjadi andalan sepanjang musim ini dalam formasi 4-4-2. Shinji Okazaki berduet dengan Jamie Vardy di depan, sementara di lini tengah mengandalkan Riyad Mahrez dan Marc Albrighton di kedua sisi sayap. Duet gelandang ditempati oleh Daniel Drinkwater dan N’Golo Kante.

Leicester City v Liverpool - Premier League

Sedangkan di kubu tim tamu. Jurgen Klopp kembali memainkan Jordan Henderson, Emre Can, Lucas Leiva, James Milner, Roberto Firmino, Adam Lallana, Mamadou Sakho, dan Alberto Moreno. Mereka nama-nama yang diistirahatkan Klopp saat Liverpool melawan West Ham United di putaran IV FA Cup.

Leicester langsung tancap gas sejak awal laga. Baru berjalan dua menit mereka sudah langsung mengancam via sepakan melengkung yang dilepaskan Mahrez, bola hanya melebar tipis dari gawang Simon Mignolet. Pesan tentunya untuk pertahanan Liverpool di laga ini.

Kedua tim memulai pertandingan dengan tempo yang bagus dan menyerang cepat ketika mendapatkan peluang membangun serangan. Tapi tim tuan rumah lebih efektif ketika membangun serangan dan langsung menuju jantung pertahanan Liverpool.

Serangan balik mereka tetap jadi ancaman bagi para pemain Liverpool yang mengandalkan penguasaan bola. Liverpool juga mengandalkan pressing tinggi seperti halnya Leicester saat bola dikuasai lawannya masing-masing.

Leicester City v Liverpool - Premier League

Efektivitas Leicester kembali terlihat pada menit 14. Mahrez kembali jadi ancaman pertahanan Liverpool, dan kali ini melalui tendangan voli kala menerima umpan Christian Fuchs. Mignolet tak menangkapnya dengan sempurna dan menghentikan bola yang datang.

Liverpool sedianya mengambilalih pengusaan bola lebih baik dari tuan rumah. Namun serangan mereka mudah dimentahkan pemain Leicester, dan kesulitan menyelesaikan peluang akhir hingga belum menguji kiper Leicester, Kasper Schmeichel. Skor kacamata bertahan hingga menit 22.

Leceister pun memanfaatkan kurangnya intensitas pemain Liverpool saat maju menyerang dan menunjukkan caranya menciptakan peluang yang berbahaya. Lagi-lagi pergerakan Mahrez sulit dihentikan pemain Liverpool.

Pada menit 35 Mahrez menyambar bola liar dengan kaki terbaiknya, kaki kiri. Kembali membelokkan bola ke pojok kanan gawang Liverpool, dan Mignolet melakukan penyelamatan untuk menjaga gawangnya tetap clean sheet.

Setelahnya tidak ada lagi peluang berbahaya yang terjadi. Liverpool mendominasi tapi belum menguji Schmeichel, sedangkan Leicester terlihat berbahaya saat menyerang dan Mahrez pemain yang sangat merepotkan Liverpool di paruh pertama ini. Skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Babak Kedua

Liverpool menaikan intensitas serangan mereka di babak kedua. Mereka tetap mendominasi penguasaan bola, tapi tidak memberi ancaman nyata kepada Schmeichel.

Hanya satu peluang yang membuat Schmeichel akhirnya melakukan penyelamatan pertamanya di menit 56. Bek kiri Liverpool, Alberto Moreno maju hingga ke depan dan melakukan sepakan tepat sasaran. Tapi di sana masih ada Schmeichel yang sigap mengamankan gawangnya.

Dan saat Liverpool mendominasi namun minim ancaman nyata ke gawang Leicester. Tim tuan rumah menghukum mereka dengan sebuah gol spektakuler di menit 60.

Dari serangan balik Mahrez memberi bola lambung jauh ke depan, bola memantul terlebih dahulu sebelum Vardy melepaskan tendangan voli kencang dari luar kotak penalti yang merobek gawang Mignolet. 1-0 Leicester unggul.

Klopp langsung merespon ketertinggalan itu dengan memasukkan Christian Benteke pada menit 66 menggantikan Henderson yang notabene gelandang tengah. Liverpool kini bermain dengan formasi 4-2-3-1 menurunkan Firmino sebagai gelandang serang, Benteke sebagai penyerang sentral.

Bukan hanya kesulitan memberi ancaman. Koordinasi pertahanan Liverpool juga buruk di laga ini dan kembali kebobolan pada menit 71 melalui serangan balik. Sepakan Okazaki diblok Sakho, namun bola bergulir liar ke depan gawang Mignolet dan Vardy sigap menyambar bola tersebut lebih cepat dari pemain Liverpool. 2-0 tuan rumah menjauh.

Klopp kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Joe Allen menggantikan Can pada menit 74.

Raineri mengganti tiga pemainnya, yakni Mahrez, Albrighton dan Okazaki. Menggantikannya dengan Demarai Gray, Leonardo Ulloa, dan Andy King. Leicester yang unggul pun nyaman mempertahankan keunggulannya.

Apalagi Liverpool sama sekali tidak menolong diri mereka sendiri, karena permainan mereka mudah dimentahkan dan kurang kreativitas. Kemenangan Leicester sudah di depan mata.

Tiga menit tambahan waktu diberikan dan tidak ada lagi gol yang tercipta. Leicester membalas kekalahan di boxing day dan menang 2-0 di King Power.


Susunan Pemain:

Leicester City: Kasper Schmeichel; Christian Fuchs, Robert Huth, Wes Morgan, Danny Simpson; Marc Albrighton (Demarai Gray 79’), Daniel Drinkwater, N’Golo Kante, Riyad Mahrez (Leonardo Ulloa 89’); Jamie Vardy, Shinji Okazaki (Andy King 87’)

Liverpool: Simon Mignolet; Nathaniel Clyne, Dejan Lovren, Mamadou Sakho, Alberto Moreno; Lucas Leiva, Jordan Henderson (Christian Benteke 66’), Emre Can (Joe Allen 74’); James Milner, Roberto Firmino (Joao Teixeira 87’), Adam Lallana