Saham Manchester United di New York Stock Exchange melorot ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir setelah mereka meraih hasil imbang 1-1 kontra Chelsea di Premier League, Minggu (8/2) di Stamford Bridge.
United yang sempat unggul terlebih dahulu lewat gol indah Jesse Lingard di menit 60 harus pulang dengan satu poin usai striker The Blues, Diego Costa sukses menyamakan skor di masa injury time.
Setan Merah pun terpaku di posisi lima klasemen Premier League dengan 41 poin dari 25 laga yang sudah mereka jalani, dan selisih enam poin dari Manchester City di posisi empat.
Selisih poin yang semakin besar dengan tim penghuni posisi empat diperkirakan menjadi alasan di balik jebloknya harga saham klub yang sudah 20 kali menjuarai liga tersebut. Dalam kabar yang dilansir Mirror, harga saham United di New York Stock Exchange melorot dari 14,50 dolar AS per lembar ke 13,79 dolar AS pada Senin (8/2) pagi waktu setempat.
Harga saham United sedikit membaik pada pukul empat sore waktu New York dengan ditutup pada angka 14,27 pound.
Selama tiga bulan terakhir, nilai pasar United telah mengalami penurunan yang sangat besar dan menyusul minimnya peluang mendapatkan tiket Champions League musim 2016/17 gejala ini sepertinya tak menunjukkan tren mereda.
Nilai saham terendah United tercipta pada Oktober 2012 saat harganya jatuh hingga ke titik 12,25 pound per lembar. Namun harapan kembali muncul saat Louis van Gaal ditunjuk sebagai manajer baru pada Juli 2014, di mana harga saham United melonjak hingga 19,35 pound per lembar.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét