Daniel Sturridge untuk kali pertamanya kembali bermain di Premier League sejak Oktober 2015. Ia bermain melawan Aston Villa di pekan 26 Premier League, dan menyumbang satu gol di laga yang berakhir dengan kedudukan 6-0 itu.
Performa Sturridge langsung mengangkat permainan The Reds meski ia sudah lama tidak bermain, dan kapten sekaligus rekan setim Sturridge, Jordan Henderson meyakini bahwa eks penyerang Manchester City dan Chelsea itu dapat jadi pembeda hasil akhir laga. Serta mampu mengembalikan rasa takut lawan kepada Liverpool.
Menurut Henderson, Sturridge sedianya pemain berkualitas dan salah satu penyerang top dunia jika ia dalam kondisi fit dan jauh dari cedera. Kehadirannya di atas lapangan bagi Liverpool, mampu membuat bek lawan ketar ketir menghadapi kelincahan serta skill olah bolanya. Sturridge diharapkan dapat membawa Liverpool berjaya di League Cup dan Europa League.
“Studge membuat perubahan besar. Anda bisa lihat permainannya di pertandingan, betapa kami merindukannya. Dia telah luar biasa hebat sejak kembali berlatih dan terlihat tajam. Semoga saja dia bisa tetap fit dan menyebabkan masalah lawan ketika dia bermain,” papar Henderson diberitakan Liverpool Echo, Selasa (16/2).
“Semuanya tahu betapa bagus dirinya karena dia sudah lama tak bermain, Anda melupakan kualitas yang ia miliki dan betapa hebat dirinya. Ada banyak pemain yang saat berlatih tidak melihat banyak hal darinya, dan mereka semua sangat kagum. Lalu Anda melihatnya bertanding dengan pergerakannya, ketajamannya hebat dan bonus besar bagi kami,” tuturnya.
“Jelas dia memberikan kami rasa takut itu. Tiap bek tengah akan khawatir bermain melawannya. Mereka tahu betapa cepatnya dia, tajam dengan bola. Dia bisa membuat masalah dan saya yakn tiap bek di dunia, akan khawatir menghadapinya,” tambah Henderson.
Gelandang Timnas Inggris juga mengungkapkan bahwa Sturridge sangat frutrasi terus keluar masuk ruang perawatan akibat cedera, masalah yang ia alami sejak duetnya dengan Luis Suarez memukau Premier League pada musim 2013/14. Ia membela Sturridge yang dikritik tidak memiliki mental dan semangat kuat untuk pulih saat masih cedera.
“Saya mengenal Studge bertahun-tahun dan saya cukup dekat dengannya. Saya banyak bersamanya ketika dia cedera dan Anda harus memahami dia sangat frustrasi ketimbang siapapun. Banyak yang berkata tentangnya di luar tim. Saya tahu itu menyakitkannya, dan saya tahu betapa sulit itu baginya. Ia mencoba tegar dan kembali,” imbuh Henderson.
“Dia tidak ingin cedera. Dia lebih frustrasi ketimbang siapapun karena dia tidak bermain. Tapi sekarang dia kembali, kembali tersenyum dan telah tampil di level dunia,” urai Henderson.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét