Striker Chelsea berkewarganegaraan Spanyol, Diego Costa, merasa bahwa dirinya kerap mendapatkan perlakuan tidak adil dan citra yang buruk karena hal-hal yang sudah dilakukannya di masa lalu.
Terkenal sebagai sosok yang terkenal amat temperamental di atas lapangan, Costa memang kerap bermasalah dengan pemain lawan. Dari provokasi hingga tindakan kasar sering dilakukan pemain kelahiran Brasil tersebut untuk mengantar timnya meraih kemenangan.
Guus says the team cannot depend on goals from Diego Costa alone so he's been working on & is pleased others such as Oscar are scoring. #CFC
— Chelsea FC (@ChelseaFC) January 31, 2016
Dalam 18 bulan kariernya di Inggris sejak didatangkan Chelsea pada Juli 2014, Diego Costa sudah dua kali menjalani larangan bertanding dari FA. Pertama karena menginjak kaki pemain Liverpool, Emre Can di semifinal League Cup Januari 2015 dan saat ia sukses memprovokasi bek Arsenal, Gabriel Paulista pada Oktober 2015.
Ia kembali menjadi sorotan saat bek Arsenal lainnya, Per Mertesacker, dikartu merah setelah melakukan pelanggaran minim kontak pada 24 Januari 2015. Costa dinilai bereaksi berlebihan terhadap pelanggaran tersebut, namun sang pemain merasa penilaian itu muncul karena reputasinya di masa lalu.
"Saya masih membayar untuk hal-hal yang telah saya lakukan di masa lalu. Saya benci kalah dalam pertandingan dan saya senang untuk menang. Saya akan selalu ingat siapa saya dan dari mana saya berasal," kata Costa dilansir Goal.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét