Negeri Samba alias Brasil terkenal sebagai penghasil pesepak bola dengan talenta yang hebat. Banyak nama-nama yang sudah beken dan berasal dari Brasil seperti Ronaldinho, Ronaldo, Cafu, Pele, Kaka, Romario, dan Rivaldo.
Fakta itu tak pelak menarik atensi klub-klub Eropa untuk menempatkan pemantau bakat mereka di Brasil, guna mencari pemain potensial yang diprediksi jadi bintang masa depan. Pesepak bola asal Brasil tak hanya tersebar di Benua Biru, namun juga di seluruh dunia.
Meski magnet pesepak bola asal Brasil tetap diminati banyak klub. Namun fakta itu juga tidak menutup kemungkinan, bahwa seorang pesepak bola asal Brasil juga bisa gagal pada klub yang dibelanya alias sensasi sesaat.
Gembar-gembor media saat klub membeli atau mendatangkan pesepak bola Brasil bisa jadi tidak dibarengi dengan performa gemilang, hingga akhirnya mereka dicap gagal. Siapa saja mereka? Siapa pemain-pemain Brasil yang hanya jadi sensasi saat klub mendatangkannya?
9. Ramires
Namanya mencuat sejak bermain di Benfica pada kurun waktu 2009-2010, hingga Chelsea membelinya pada 2010. Pemilik dengan nama lengkap Ramires Santos do Nascimento itu memiliki gaya bermain gelandang-gelandang asal Inggris, box to box player.
Gelandang yang sibuk bertahan dan juga rajin membantu serangan. Ia juga serba bisa bermain sebagai gelandang sayap kanan atau tengah dan raihan trofinya bersama Chelsea pun terhitung banyak, yakni lima trofi.
Namun Ramires bukan pemain andalan Chelsea seperti halnya di Benfica. Ia bak pahlawan di balik layar kesuksesan Chelsea, karena perannya bukan pemain utama The Blues.
Bahkan Chelsea tak berjuang untuk mempertahankan pemainnya itu saat pindah ke Jiangsu Suning di bursa transfer musim dingin ini, dengan mahar yang diprediksi mencapai 25 juta poundsterling. Nama Ramires diprediksi menghilang setelah memutuskan bermain di Negeri Tirai Bambu
8. Denilson
Denilson Pereira Neves pindah ke Arsenal pada 31 Agustus 2006 dengan mahar 3,4 juta poundsterling. Manajer Arsenal, Arsene Wenger melihat talenta pada pemain yang berposisi sebagai gelandang itu sebagai pemain yang memiliki kombinasi skill Tomas Rosicky dan Gilberto Silva.
Pasalnya Denilson pemain yang bermain dengan gaya operan pendek dan mampu membaca permainan dengan baik, pemain yang memegang penguasaan bola. Ia pun sempat mengecap 100 penampilan di Arsenal dan berdampingan di lini tengah, bersama Cesc Fabregas.
Masa-masa di Arsenal pada 2006 hingga 2013 dimanfaatkannya dengan baik. Namun Denilson tak banyak berkembang menjadi pemain penting di Arsenal, dan sensasi yang ia ciptakan saat mencetak gol dari tendangan jarak jauh di beberapa laga bersama Arsenal hilang menjadi asap.
Pada 2011 ia dipinjamkan Arsenal ke klub kampung halamannya, Sao Paulo dan dipermanenkan pada 2013. Di sana ia hanya bermain sebentar sebelum akhirnya pindah ke klub asal Uni Emirat Arab, Al Wahda pada 2015. Namanya mulai menghilang, dan sayangnya saat ini ia baru berusia 27 tahun, usia emas pesepak bola.
7. Anderson
Nama Anderson beken ketika pindah ke Manchester United pada 2007 dari FC Porto. Berbeda dari kebanyakan pemain Brasil, pemilik nama lengkap Anderson Luis de Abreu Oliveira tidak menunjukkan skill olah bolanya saat mendribel bola. Ia gelandang box to box seperti halnya Ramires.
10 gelar ia dapat semasa menikmati waktunya di Old Trafford. Meski begitu Anderson bukan pemain andalan Sir Alex Ferguson kala itu dan lebih banyak dicadangkan. Sensasi yang menyamakannya sebagai suksesor Paul Scholes hanya isapan jempol belaka.
Saat manajer berganti menjadi David Moyes. Anderson dipinjamkan ke Fiorentina sebelum akhirnya dijual ke klub kampung halamannya, Internacional pada 2015.
6. Afonso Alves
Bomber sensasional yang sempat direbutkan banyak klub Eropa setelah mencetak 45 gol dari 38 laga Eredivisie 2007/08 bersama Heerenven. Middlesbrough pun mendapatkan jasanya untuk musim berikutnya dengan mahar 12,5 juta pound.
Manajer Middlesbrough kala itu, Gareth Southgate yakin Alves dapat mendulang gol untuk timnya. Namun yang terjadi Alves pemain yang flop dan hanya mencetak total empat gol, dengan rincian satu gol ke gawang Manchester United dan hattrick ke gawang Manchester City.
Alves akhirnya dijual ke Al-Sadd di musim berikutnya pada harga 7 juta pound.
5. Joao Alves de Assis Silva
Pemilik nama lengkap Joao Alves de Assis Silva merupakan pembelian pertama Mark Hughes di Manchester City pada Agustus 2008. Ia bagian dari revolusi besar-besaran The Citizens di era Sheikh Mansour dan dibeli dari CSKA Moscow dengan rekor 18 juta pound.
Di Rusia ia bersinar dengan total 44 gol dari 77 laga. Tapi di Inggris karirnya singkat, Jo dipinjamkan ke Everton pada Februari 2009 dan kemudian dijual ke Internacional pada 2011. Ia hanya mencetak enam gol di City.
4. Paulinho
Pemilik nama lengkap Jose Paulo Bezerra Maciel Junior memukau saat bersama Corinthians pada 2010 hingga 2013. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu pun pindah ke Tottenham Hotspur pada 2013, namun hanya bertahan hingga 2015.
Pasalnya Paulinho tak menjadi pilihan utama dan kerap menghuni bangku cadangan. Di usianya yang baru berusia 27 tahun alias usia emas pesepakbola, ia pun memutuskan pindah ke Guangzhou Evergrande.
3. Kleberson
Sir Alex Ferguson sampai harus menjual Sebastian Veron untuk memberi tempat kepada Kleberson, yang tampil gemilang bersama Timnas Brasil asuhan Luiz Felipe Scolari di World Cup 2002. United membelinya dari Atletico Paranaense dengan mahar 6 juta poundsterling pada Agustus 2003.
Ia didatangkan bersama Cristiano Ronaldo dari Sporting Lisbon. Namun gemerlap transfer itu hanya bertahan sesaat. Kleberson tampil 30 kali dengan total mencetak dua gol, dan kemudian dijual ke Besiktas pada 2005 dengan mahar 3,5 juta pound.
2. Andre Santos
Fans Arsenal sepakat melabeli Andre Santos sebagai pembelian terburuk Arsenal. Bek kiri didatangkan dari Fenerbahce pada deadline bursa transfer musim panas Agustus 2011. Santos dibeli dengan harga 6,2 juta pound.
Namanya sempat digadang-gadang sebagai suksesor Roberto Carlos di Timnas Brasil. Tapi selama 18 bulan di Arsenal, Andre Santos jauh dari kata memuaskan sebelum akhirnya ia dipinjamkan ke Gremio dan dijual ke Flamengo pada 2013.
Salah satu sensasi dan jadi buah bibir di Piala Dunia 2014. Frederico Chaves Guedes dipanggil Luiz Felipe Scolari ke dalam skuatnya, namun tak banyak membantu karena ia tak bermain dengan baik. Dirinya dan Scolari jadi kambing hitam kekalahan telak 1-7 Brasil dari Timnas Jerman.
Alhasil sensasi Fred menghilang. Terutamanya Eropa mengingatnya saat bermain untuk Olympique Lyonnais pada kurun waktu 2005-2009.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét