Thứ Hai, 1 tháng 2, 2016

7 Perubahan yang Bisa Dilakukan Guardiola di Manchester City

Teka-teki masa depan Josep “Pep” Guardiola yang memutuskan pergi dari Bayern Munchen akhir musim ini akhirnya terjawab. Bukan Manchester United, Guardiola akan menangani Manchester City selama tiga musim. Hal itu telah dikonfirmasi The Citizens sendiri di laman resminya.

Guardiola akan menggantikan Manuel Pellegrini yang musim ini masih menjaga kans Sergio Aguero dan kawan-kawan meraih quadruple alias empat gelar. Pasalnya City masih terlibat perebutan titel Premier League, FA Cup, League Cup, dan Champions League.

Namun palu telah diketuk dan Guardiola yang sukses bersama Barcelona dan Bayern akan segera berlabuh di Etihad Stadium. Publik City dan pemerhati sepak bola Premier League tentu bertanya-tanya, perubahan apa yang akan diberikan pria berkepala plontos itu?


Selengkapnya tentang sepakbola ada di aplikasi FTB90. Download di ​App Store dan ​Play Store.


7. Legiun Spanyol

FBL-ENG-PR-MAN CITY-LEICESTER

Guardiola merasakan kesuksesan di dua klub yang dilatihnya juga berkat keberadaan pemain-pemain Spanyol. Keberadaan pemain Negeri Matador wajar di Barcelona, tapi hal itu berlanjut di Jerman.

Thiago Alcantara, Xabi Alonso, Juan Bernat, dan Javi Martinez merupakan pemain-pemain Spanyol yang datang di eranya. Keberadaan pemain Spanyol pun diprediksi semakin kental di City yang telah memiliki Jesus Navas, dan David Silva.

Guardiola memilih pemain Spanyol karena mereka mudah memahami strategi yang ingin diterapkannya, dan mempermudah adaptasinya di klub baru.

6. Filosofi Guardiola

Josep Guardiola Fan Club Visit

Jika prasyarat pemain Spanyol telah dipenuhi maka Guardiola akan mudah menerapkan filosofi yang diinginkannya, sepak bola menyerang dengan penguasaan bola. Ia tak akan memaksakan filosofi bermain tiki-taka yang tak lama lagi akan basi dan mudah dibaca lawan-lawannya.

Tapi landasan tim yang dibangunnya tetap sama, yakni dominasi permainan atas lawan-lawannya dan mencetak gol dengan efektivitas tinggi. Beruntung City saat ini sudah memainkan gaya yang sama.

Alhasil Guardiola tinggal mengasah tingkat efektivitas tiap kali City menyerang. Pasalnya pola bermain tersebut selalu rawan ketika mendapatkan serangan balik dari para lawannya.

5. Merekrut Pemain

FC Bayern Muenchen v 1899 Hoffenheim - Bundesliga

Mendatangkan pemain yang mewujudkan filosofi bermainnya akan coba dilakukan Guardiola ketika tiba di City nanti. Apalagi dengan mahar tak terbatas yang dimiliki City, ia bisa mendatangkan pemain manapun yang diinginkannya.

Dewi fortuna perihal merekrut pemain yang diinginkan seakan terus lekat dengan Guardiola. Di Barcelona hingga Bayern ia mendapatkan pemain-pemain yang dapat menunjang filosofi bermainnya.

Hal itu diprediksi terus berlanjut di City saat ini. Kehadiran Guardiola dan uang tak terbatas Manchester Biru akan menarik pemain-pemain bintang.

4. Adaptasi Taktik

FBL-ENG-FACUP-ASTON VILLA-MAN CITY

Guardiola bukan pelatih yang hanya terpaku dengan satu pakem satu taktik. Di Bayern ia menerapkan 4-3-3, 4-1-4-1, 3-4-3, 2-3-3-2 setelah sebelumnya di Barcelona lebih sering menggunakan 4-3-3.

Penerapan taktiknya berdasarkan pemain yang dimiliki klub, dan menilik potensi yang mereka miliki. City saat ini menggunakan taktik modern 4-2-3-1 dan Pellegrini terkadang juga menggunakan 4-4-2 jika memasang dua penyerang di depan.

Tapi bisa jadi Guardiola mengubah itu semua ketika datang bergabung nanti. Laga-laga pramusim akan jadi tolok ukurnya dalam menerapkan taktik yang diinginkannya.

3. Calon Pemain Andalan & Terbuang

Manchester City v Everton - Capital One Cup Semi Final: Second Leg

Selain reuni dengan Txiki Begiristain dan Ferran Soriano. Kedatangan Guardiola juga akan jadi kesempatan para pemain City untuk unjuk gigi, dan di antara banyak pemain yang dimiliki. Akan ada pemain yang diprediksi jadi andalan dan juga terbuang nantinya.

Potensi pemain yang mungkin akan terabaikan di taktik Guardiola adalah Wilfried Bony, Yaya Toure, dan Martin Demichelis. Bony dilepas karena sejatinya formasi Guardiola membutuhkan penyerang yang aktif bergerak seperti Aguero, dan Bony tak memiliki tipikal itu karena ia penyerang dalam kotak penalti.

Sementara Demichelis menua dan Toure meski sempat bermain dengannya di Barcelona. Tapi tetap dijual klub karena pemain Pantai Gading kalah bersaing dengan Sergio Busquets, yang mampu bertahan dan menjaga stabilitas lini tengah. Busquets juga jago melepas bola ke depan dari kedalaman seperti halnya Andrea Pirlo atau Alonso.

Sedangkan untuk pemain andalan tak jauh dari tipikal pemain seperti Silva, Navas hingga Aguero. Pemain-pemain yang mau ‘bergerak’ dan rajin menjelajah lapangan untuk menjemput bola.

2. Kesempatan Pemain Muda dan Akademi Klub

Aston Villa v Manchester City - The Emirates FA Cup Fourth Round

Guardiola selalu memercayai pemain muda, terutamanya yang datang dari akademi klub untuk unjuk gigi. Di Barcelona ia banyak melakukannya dan Pedro Rodriguez jadi contoh nyata kepercayaan Guardiola mengorbitkannya.

Sementara di Bayern ada Joshua Kimmich, Pierre-Emile Hojbjerg, Gianluca Gaudino, sebagai pemain-pemain yang pernah dipromosikan Guardiola.

Tak pelak fakta itu memunculkan hasrat besar pemain muda City unjuk gigi seperti Patrick Roberts, George Evans, dan Brandon Baker. Dan Guardiola tentu tak luput melewatkan pemain City yang belakangan tengah naik daun bersama tim senior, Kelechi Iheanacho.

1. Keluar dari Bayang-Bayang Manchester United

FBL-ENG-PR-MAN UTD-MAN CITY

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada mantan manajer-manajer City seperti Mark Hughes, Roberto Mancini, hingga Manuel Pellegrini. Tapi kedatangan Guardiola yang sukses merebut enam trofi untuk Barcelona pada 2009 kian menaikkan pamor City.

Terutamanya untuk keluar dari bayang-bayang kesuksesan dan kebesaran rival sekota, Manchester United. City sedianya telah melakukan berbagai cara sejak klub diakusisi Sheikh Mansour untuk melakukannya, terutamanya saat jor-joran membeli pemain.

Tapi orang tetap memandang United sebagai klub bersejarah di Kota Manchester dan beken di Eropa. Dan meski terlalu cepat memberi prediksi, kans untuk keluar dari bayang-bayang itu cerah di bawah arahan Guardiola, terutamanya dalam mencari kesuksesan di Champions League.

0 nhận xét:

Đăng nhận xét