Liverpool sebelum laga pekan 25 Premier League melawan Sunderland tak pernah menang di dua laga terakhirnya. Dan setelah menjalani laga kontra The Black Cats mereka menambahnya jadi tiga laga, karena Reds membuang peluang menang setelah sempat unggul 2-0 dan lengah hingga Sunderland mencetak dua gol untuk skor 2-2.
Sosok manajer Liverpool, Jurgen Klopp tidak ada di laga itu karena ia sakit appenciditis (usus buntu) dan tugasnya digantikan oleh staf kepelatihan yang dipimpin Zelkjo Buvac. Ketidakhadiran Klopp merupakan salah satu hal menarik dari laga tersebut.
Apakah ada hal lain yang bisa dipelajari dari laga itu? Ada. Berikut keenam hal lainnya yang dapat dijadikan pelajaran bagi fans Liverpool dan juga Sunderland.
Semua tentang sepak bola ada di aplikasi FTB90. Download di App Store dan Play Store.
6. Roberto Firmino Jawaban Lini Depan Liverpool
Liverpool punya Divock Origi, Christian Benteke, Daniel Sturridge, dan Danny Ings. Tapi pemain yang aslinya bukan berposisi sebagai penyerang justru tampil mencuat di posisi barunya sebagai penyerang semu.
Dia adalah Firmino yang merupakan gelandang serang. Eks pemain Hoffenheim aktif terlibat tiap serangan yang dibangun Liverpool, mencetak gol dan memberi assist kepada Adam Lallana.
5. Kapitalisme vs Fans
Football is nothing without fans yang berarti sepak bola bukan apa-apa tanpa kehadiran fans. Tulisan itu dibentangkan suporter Liverpool saat menyaksikan laga melawan Sunderland untuk melakukan protes kepada Chief Executive Liverpool, Ian Ayre, akibat harga tiket yang terlampau mahal.
Bahkan setelah 77 menit laga berlangsung suporter menunjukkan protes mereka bukan hanya isapan jempol belaka. Fans meninggalkan Anfield meski timnya unggul 2-0, dan entah karena itu atau bukan. Liverpool lengah dan mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Pesan nyata tentunya bahwa fans bisa juga melakukan tindakan protes atas perlakuan semena-mena petinggi klub yang menaikkan harga tiket, demi mendapatkan pemasukan lebih banyak lagi.
4. Mignolet dan Lini Belakang Mengkhawatirkan
Dominasi Liverpool dari tengah hingga ke depan cukup bagus saat melawan Sunderland dengan penguasaan bola yang mutlak. Tapi hal itu tak dibarengi dengan kerentanan di lini belakang, terutama ketidaknyamanan pemain bertahan di depan Simon Mignolet.
Kiper Belgia aktor utama gol pertama Sunderland yang juga menghidupkan asa mereka untuk mengejar ketertinggalan. Mignolet telak bereaksi dari sepakan bebas Adam Johnson, dan membuat bek Liverpool berantakan setelahnya.
Mamadou Sakho pun tidak menolong. Sempat solid mengawal Jermain Defoe, ia kewalahan menghentikan langkah sederhana Defoe memutar bola dan menendang bola untuk mengakhiri laga dengan skor 2-2. Klopp tentunya harus memutar otak untuk membentuk benteng tangguh di lini belakang.
3. Sunderland Punya Kans Selamat dari Jerat Degradasi
Berbekal pemain baru seperti Wahbi Khazri, Jan Kirchhoff, dan Lamine Kone. Sam Allardyce sebenarnya punya skuat yang bagus jika dikombinasikan dengan pemain-pemain lainnya. Yakni Yann M’Villa, Patrick van Aanholt, dan Johnson.
Determinasi mengejar ketertinggalan seperti saat melawan Liverpool di Anfield wajib dipertahankan jika mereka masih ingin bermain di Premier League musim depan. Pasalnya mereka saat ini ada di urutan 19 dengan 20 poin, dan terpaut empat poin dengan Newcastle United yang ada di urutan 17.
Sunderland ada di zona degradasi bersama Norwich City dan Aston Villa.
2. Pelajaran untuk Membunuh Laga
Mendominasi tapi tak efektif memanfaatkan peluang akan berakibat fatal jika pada akhirnya tak mampu memenangi laga. Hal itu diperlihatkan Liverpool yang memiliki banyak peluang untuk mencetak lebih dari dua gol, dan mungkin mengakhiri semangat Sunderland untuk mengejar ketertinggalan.
Dua peluang emas yang terbuang tersisa berasal dari bek kiri Liverpool, Alberto Moreno. Satu peluangnya ditepis Vito Mannone, tapi peluang yang memiliki persentase 90 persen gol tepat di muka gawang tak mampu dikonversinya menjadi gol. Moreno justru memilih ‘maksa’ menyudul bola yang datangnya rendah hingga berakhir goal kick.
Kegagalan demi kegagalan itu akhirnya dibayar mahal ketika Johnson mencetak gol terlebih dahulu, dan momentum itu diakhiri dengan gol Defoe. Liverpool pasti menyesali dua poin yang hilang itu.
1. Liverpool Akrab dengan Cedera
Hantu cedera tak juga lepas dari kubu Merseyside Merah. Dua pemain kembali masuk ruang perawatan dan menemani Divock Origi, Martin Skrtel, Philippe Coutinho, Danny Ings, dan Joe Gomez. Mereka adalah Dejan Lovren yang kembali cedera, dan Joe Allen.
Keduanya digantikan oleh Kolo Toure dan Jordon Ibe sebelum turum minum. Klopp pasti pusing melihat pemainnya keluar masuk ruang perawatan. Apakah mungkin badai cedera itu akibat filosofi gegenpressing Klopp?






0 nhận xét:
Đăng nhận xét