Champions League is back! Ya, turnamen antarklub terbaik Eropa akan berlangsung kembali setelah melalui fase grup, kini Champions League memasuki fase 16 besar dan akan dimulai dengan leg pertama laga Paris Saint-Germain (PSG) kontra Chelsea di Parc des Princes, yang berlangsung Rabu, (17/2) dini hari WIB.
Bagi fans kedua klub jelas tak ada alasan untuk tidak menyaksikan pertandingan tersebut, namun laga tersebut tak hanya wajib disaksikan suporter kedua klub. Suporter netral juga dipastikan terhibur melihat pertarungan klub asal London dan Paris itu, mengapa demikian? Faktor apa yang membuat pertandingan keduanya wajib ditonton?
5. Laga Sarat Dendam dan Gengsi
Ini salah satu faktor krusial mengapa laga wajib ditonton. Jarang-jarang dua klub bertemu tiga kali beruntun, setelah dua musim meraih hasil sama kuat. Chelsea meraih kemenangan terlebih dahulu di perempat final Champions League 2013/14.
Namun Les Parisiens membalasnya musim lalu di fase 16 besar Champions League. Mereka membalas dengan cara yang dramatis, karena memastikan tempat di delapan besar di Stamford Bridge, saat mereka bermain dengan 10 pemain setelah Zlatan Ibrahimovic diusir wasit.
Berbekal kedudukan yang sama kuat dalam head to head kedua klub dua musim belakangan, jelas laga nanti diprediksi berjalan sengit karena kedua tim akan sama-sama ngotot meraih kemenangan. Demi gengsi, nama besar, dan tentu revans.
4. Duel Bintang Klub Tajir
Chelsea mengawali revolusi pembangunan sebuah klub yang dibangun dengan uang, yakni mendatangkan pemain-pemain bintang untuk mengangkat performa klub. Baru beberapa musim terakhir PSG mengikuti kiprah mereka, dan mencoba menjadi kekuatan baru di sepak bola Eropa.
Revolusi yang dilakukan kedua klub berujung satu hal, banyaknya pemain bintang di masing-masing klub. Tentu dengan banyaknya pemain bintang tersebut, kualitas permainan bisa terangkat dan penonton akan disuguhi sepak bola terbaik dari kedua tim.
Mata pecinta sepak bola Eropa akan dimanjakan kehadiran pemain-pemain seperti Ibrahimovic, Angel di Maria, Javier Pastore, Edinson Cavani, Eden Hazard, Willian, Cesc Fabregas, Diego Costa, dan pemain lainnya.
3. Momentum Sama-Sama Lagi Bagus
Chelsea di bawah arahan manajer interim, Guus Hiddink belum tersentuh kekalahan. Anomali tentunya jika dibandingkan dengan era kepelatihan Jose Mourinho awal musim ini, dan posisi The Blues berangsur naik ke tengah papan klasemen.
Modal kepercayaan diri itu akan diuji tren baik PSG yang juga lagi on fire di Prancis, Ligue 1. Hingga 25 pekan berlangsung, PSG bahkan unggul 24 poin dari tim peringkat dua, AS Monaco.
Tak pelak pertemuan keduanya di Champions League akan membuktikan siapa yang lebih baik dari momentum baik dan kepercayaan diri yang tengah membumbung tinggi.
2. Solusi Hiddink Tanpa Kehadiran John Terry
Hiddink mendapatkan cobaan dengan absensinya dua bek sentral mereka, Kurt Zouma dan sang kapten, John Terry. Alhasil Hiddink hanya memiliki Branislav Ivanovic dan Gary Cahill sebagai bek yang siap tempur.
Tentu koordinasi keduanya terhitung baru musim ini, meski keduanya pemain senior Chelsea. Cahill belakangan kerap tergusur ke bangku cadangan karena performa baik Zouma, dan Ivanovic lebih sering bermain sebagai bek kanan.
Tanpa kehadiran komando dan kapten di lini belakang. Hiddink tentu akan memaksimalkan suatu area di daerah bertahan.
1. PSG Penasaran
Jika jerih payah Chelsea untuk dianggap salah satu klub besar Eropa sukses mereka lakukan saat menjadi juara Champions League 2011/12 dan mengalahkan Bayern Munchen.
Maka PSG masih penasaran ingin merasakan titel tersebut. Tiap musimnya mereka mendatangkan pemain bintang dengan tujuan untuk meraih trofi Si Kuping Besar, dan dianggap salah satu tim besar Eropa. PSG tak ubahnya Manchester City yang menjalani laga demi laga di Champions League dengan target sama, juara Champions League.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét