Thứ Tư, 10 tháng 2, 2016

5 Alasan Mengapa United Lebih Perlu Pochettino ketimbang Mourinho

Manchester United saat ini memang masih dilatih Louis van Gaal. Namun isu calon penggantinya sudah mulai dibicarakan saat ini, calon pengganti yang berpotensi menggantikannya akhir musim ini atau musim depan saat kontraknya berakhir di Old Trafford.

Nama-nama calon pengganti itu muncul setelah Van Gaal dianggap gagal menangani Wayne Rooney dan kawan-kawan setelah diberi kesempatan dua musim menerapkan filosofinya. United sempat bermain monoton dan membuat fans frutrasi, tersingkir dari Champions League, dan keluar dari lima besar setelah pada Desember 2015 tidak pernah menang.

Dan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada Van Gaal – yang kerap bermasalah dengan media Inggris, dua nama calon kuat penggantinya adalah Jose Mourinho yang saat ini masih menganggur setelah dipecat Chelsea, dan juga Mauricio Pochettno yang masih melatih Tottenham Hotspur.

Sebagian besar fans cenderung memilih Mourinho yang lebih tenar karena dianggap salah satu manajer terbaik dunia, dan diyakini fans dapat mengimbangi Josep Guardiola yang musim depan melatih Manchester City. Namun ada kecenderungan Pochettino lebih baik bagi Red Devils ketimbang Mourinho, apa alasannya? Berikut penjelasannya.

Sekali lagi, mohon maaf kepada Van Gaal yang masih menangani United saat ini.


Semua tentang sepak bola bisa diperoleh di aplikasi FTB90. Download di App Store dan Play Store.

5. Potensi Lebih Dicintai

Tottenham Hotspur v Chelsea - Premier League

Mourinho memang dianggap salah satu manajer terbaik dunia karena sukses bersama FC Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid. Namun karakternya lebih cenderung menimbulkan banyak haters dari kalangan fans lain karena ucapan dan perilakunya yang kontroversial.

Arogansi itu memang merupakan gaya Mourinho menghadapi media. Namun Pochettino berbeda, ia pria yang lebih ‘kalem’ ketimbang Mourinho, dan bersahabat dengan media serta fans lainnya tidak membencinya karena kepribadiannya tersebut.

Kehadiran Pochettino berpotensi meredam isu panas dari luar klub yang berpotensi merusak harmonisasi klub, hal yang mungkin tidak didapat United jika dilatih Mourinho.

4. Proyek Jangka Panjang

Chelsea v Tottenham Hotspur - Capital One Cup Final

Sejarah membuktikan bahwa Mourinho tak pernah melatih sebuah klub dalam jangka waktu yang panjang. Porto (2002-2004), Chelsea (2004-2007), Inter Milan (2008-2010), Real Madrid (2010-2013), dan kembali ke Chelsea (2013-2015).

Hal itu mengindikasikan bahwa Mourinho bisa melakukan hal yang sama ketika melatih United, dan tidak melatih dalam jangka waktu yang panjang. Fakta lainnya ia juga kerap memiliki masalah ketika melatih hingga akhirnya hengkang, terbaru musim ini Mourinho dipecat karena tak mampu menjaga ruang ganti tetap kondusif.

Pochettino juga sama karena baru sebentar melatih Southampton dan Tottenham Hotspur. Namun alasan di balik kepindahannya itu karena ia ingin mengembangkan karirnya di level yang lebih tinggi, dan klub yang ditinggalkannya dalam keadaan kondusif.

Pria asal Argentina baru berusia 43 tahun dan bisa proyek jangka panjang United jika memboyongnya ke Old Trafford.

3. Filosofi yang Cenderung Lebih Disukai

Tottenham Hotspur v Chelsea - Premier League

Pochettino pernah berkata, 

“Sepak bola saya adalah serangan dan merusak lawan. Itu ide saya untuk setiap pertandingan dan saya mentransfernya ke tim saya.”

Ucapan singkat yang meyakinkan dan didukung fakta yang terjadi saat ini. Spurs bukan hanya bersaing merebutkan zona Champions League, namun juga merebutkan titel Premier League bersama Leicester City, Arsenal, dan Manchester City. Spurs juga pemilik lini depan keempat terbaik di Premier League saat ini.

Sedangkan Mourinho memang berpotensi menghadirkan banyak trofi di akhir musim seperti yang ia lakukan di klub-klub sebelumnya. Namun gaya bermainnya cenderung pragmatis untuk sebuah hasil akhir, dan fans United saat ini sudah merana melihat tim kesayangannya bermain monoton. Tak bisa dibayangkan jika Mourinho kembali melakukan hal yang sama.

2. Cerdas Memilih Pemain

Tottenham Hotspur v Watford - Premier League

Mourinho dan Van Gaal sama-sama dibekali kemewahan dari manajemen dengan uang besar untuk dibelanjakan di bursa transfer pemain. Dan keduanya sama-sama tidak cermat memilih pemain, apalagi mendatangkan bintang yang akhirnya tidak berguna untuk klub.

Angel di Maria dan Radamel Falcao dua pemain gagal rekrutan Van Gaal, sedangkan Mourinho memiliki Mohamed Salah, Juan Cuadrado, dan Kevin de Bruyne yang gagal bersinar di Chelsea.

Dari sisi tersebut Pochettino jauh lebih unggul memilih pemain yang dibutuhkan tim. Ia mendaratkan Toby Alderweireld dan Kieran Trippier yang bermain baik saat ini, lalu ada Son Heung-Min yang menambah ketajaman di lini depan. Dan juga Dele Alli yang saat ini jadi rising star tim.

1. Eksistensi Filosofi United

Crystal Palace v Tottenham Hotspur - Premier League

United dari era Sir Alex Ferguson dan Van Gaal saat ini terus menjaga filosofinya memberi kesempatan tampil sekaligus mengorbitkan pemain muda. Fans tentu berharap timnya terus beregenerasi dengan pemain-pemain muda, seperti Jesse Lingard, Cameron Borthwick-Jackson, Anthony Martial, Paddy McNair, Guillermo Varela, Andreas Pereira yang dipercaya musim ini.

Potensi itu pun bisa terus bertahan jika United memilih Pochettino. Pasalnya eks manajer Southampton memiliki visi yang sama mengenai pemain muda. Di Spurs saat ini ia memiliki Alli, Harry Kane, Ryan Mason, Trippier, dan Eric Dier yang menjadi tulang punggung klub.

Di Southampton pun ia mengorbitkan pemain-pemain seperti Nathaniel Clyne, dan Luke Shaw yang saat ini bermain di United.

Kecerendungan itu tak banyak dimiliki Mourinho. Segala kesuksesan yang ia raih di klub-klub sebelumnya karena The Special One mengandalkan pemain-pemain bintang yang diberikan klub.

Pemain-pemain muda juga sempat diturunkannya di beberapa laga, namun kepercayaan itu tak lebih dari melihat aksi sang pemain muda bermain, dan kemudian tak memainkannya lagi di laga berikutnya.

0 nhận xét:

Đăng nhận xét