Premier League sangat sering menjadi bahan perbincangan mengingat liga tertinggi dalam sepak bola Inggris ini menjadi liga yang memiliki pendapatan tertinggi dari berbagai sektor dibandingkan dengan liga-liga yang lain.
Lantas apakah hal ini menjadikan Premier League pantas disebut sebagai liga terbaik? Tentu tidak. Berikut adalah beberapa alasan mengapa anggapan bahwa Premier League adalah liga terbaik merupakan sebuah anggapan yang berlebihan.
Semua tentang sepak bola ada di aplikasi FTB90. Download di App Store dan Play Store.
5. Terlalu Banyak Manajer Asing
Sebenarnya tidak ada masalah mengenai kebijakan sebuah klub untuk menunjuk seorang manajer dari luar negara asal liga tersebut. Namun layaknya berbagai hal lain, tentu harus ada batasan yang digunakan.
Premier League saat ini memiliki manajer dari luar Inggris dalam jumlah yang cukup tinggi. Memang manajer dari luar Inggris dapat memberikan ide baru kepada sepak bola Inggris, namun keadaan ini juga tidak dibarengi dengan perkembangan kualitas dari manajer lokal yang mampu mengembangkan identitas sepak bola Inggris dengan bantuan manajer-manajer asing.
4. Kesulitan Mempertahankan Pemain-Pemain Terbaik
Dengan meningkatnya pendapatan bagi seluruh klub Premier League yang didapat dari hak siar sepanjang satu musim, peluang bagi Inggris untuk melihat bintang-bintang sepak bola dunia secara langsung juga terus meningkat.
Seperti yang terjadi pada Cristiano Ronaldo dan Manchester United pada 2009, seluruh uang yang dimiliki tim-tim Premier League tidak mampu membuat mereka mempertahankan bintang-bintang terbaik apabila klub-klub besar dari luar Inggris datang dengan tawaran besar.
3. Minimnya Pemain Lokal Berkualitas
Berkaitan dengan alasan bahwa Premier League saat ini memiliki terlalu banyak manajer dari luar Inggris, hal ini juga menyebabkan berbagai pemain asing dari berbagai negara datang ke Inggris.
Dalam batas tertentu hal ini dapat meningkatkan kualitas sepak bola Inggris, namun yang terjadi saat ini adalah sulitnya pemain-pemain muda, terutama yang tercatat sebagai pemain akademi tim-tim besar, untuk masuk ke tim utama, dan pada akhirnya menyulitkan perkembangan tim nasional.
2. Kualitas Taktik yang Rendah
Mengambil contoh dari pertandingan dramatis antara Norwich City dan Liverpool di Carrow Road yang berakhir dengan kemenangan 5-4 untuk tim tamu, penonton netral mungkin akan mengatakan pertandingan tersebut sangat menghibur. Pada satu sisi, pernyataan tersebut memang benar.
Namun apabila dianalisa lebih lanjut, hal ini menandakan kualitas taktik, terutama dari segi kualitas pertahanan dan lini tengah yang masih kalah jauh dibandingkan dengan liga-liga lain di Eropa.
1. Kegagalan dalam Kompetisi Eropa
Menentukan liga yang dapat dianggap sebagai liga terbaik dalam sebuah benua bukan hanya dilihat dari kualitas internal liga tersebut, namun juga dari kualitas mereka saat mengikuti kompetisi tingkat benua.
Inggris terdaftar sebagai anggota UEFA, secara otomatis klub-klub dari negara tersebut berhak mengikuti kompetisi Champions League dan Europa League. Namun kualitas Inggris dalam kompetisi ini semakin lama semakin menurun.
Hal ini juga dapat terjadi musim depan, dengan kemungkinan yang cukup besar bagi Leicester City, Tottenham Hotspur, dan West Ham United untuk menjadi wakil Inggris pada kompetisi Eropa.
Bukan bermaksud meremehkan ketiga tim tersebut, namun koefisien Inggris dalam kompetisi UEFA saat ini semakin terancam dari Serie A Italia, dan mereka membutuhkan tim-tim terbaik yang dapat meningkatkan kualitas mereka.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét