Thứ Ba, 16 tháng 2, 2016

3 Pertarungan Kunci: Paris Saint-Germain vs Chelsea

​Paris Saint-Germain akan menjamu Chelsea di Parc des Princes dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Champions League pada Rabu (17/2) dini hari WIB. Menyandang status sebagai juara bertahan di liga masing-masing, membuat laga ini akan diselimuti dengan atmosfer serta tensi yang cukup panas. Bahkan tingginya aroma persaingan kedua kubu akan terjadi antar lini di laga ini. 

Berikut adalah tiga pertarungan kunci penentu kemenangan Paris Saint-Germain melawan Chelsea. 

3. Zlatan Ibrahimovic vs Branislav Ivanovic

FBL-FRA-LIGUE1-PSG-LORIENT

Dua pemain ini bisa dikatakan sebagai pemain yang sangat bergairah untuk menjalani laga ini. Ivanovic akan menjadi pemimpin lini pertahanan Chelsea ketika John Terry absen, dan ia telah berhasil bangkit dari bentuk performa terburuknya pada awal musim ini, apalagi kini ia telah mendapatkan kontrak baru di Stamford Bridge. 

Sedangkan bagi Ibrahimovic yang kontraknya akan berakhir pada akhir musim, kini masih berusia mendapatkan kejayaan di Champions League, satu-satunya gelar yang masih belum pernah ia rengkuh di sepanjang kariernya. 

2. Thiago Silva vs Diego Costa

Chelsea v Paris Saint-Germain - UEFA Champions League Round of 16

Harapan dan tumpuan Chelsea untuk membobol gawang Paris Saint-Germain pada laga ini adalah Diego Costa, yang belum dipastikan apakah ia akan dicadangkan ataupun diturunkan sejak menit pertama. Hingga sejauh ini, Costa sukses mencetak delapan gol dalam 10 laga terakhir yang dimainkannya. 

Costa tentu saja akan berhadapan dengan Thiago Silva, bek asal Brasil sekaligus kapten PSG, yang disebut-sebut sebagai bek terbaik di dunia. Dua pertemuan terakhir antara kedua kubu hanya ditentukan melalui gol tandang, seiring tangguhnya lini pertahanan kedua kubu ketika bermain di kandang. 

1. Angel Di Maria vs Baba Rahman

FBL-FRA-LIGUE1-MARSEILLE-PSG

Konsekuensi utama yang harus diterima oleh Chelsea dari cederanya John Terry dan Kurt Zouma saat ini adalah Guus Hiddink hanya memiliki Baba Rahman yang bisa dipercaya untuk menghadapi Angel Di Maria secara langsung. Baba Rahman memang jarang sekali diturunkan sejak ia didatangkan dari Augsburg, sedangkan Di Maria justru seakan dimanjakan dengan banyaknya menit bermain sejak ia hengkang dari Manchester United. 

Laga ini tentu akan menjadi sebuah ujian terbesar dalam karier Baba selama ini, yakni sebuah pertandingan dengan intensitas yang tinggi menghadapi pemain sayap berkelas dunia. Mungkin pemain berusia 21 tahun tersebut memiliki kemampuan serta kecepatan yang mumpuni untuk menandingi Di Maria, namun yang jadi pertanyaan adalah apakah mentalnya cukup untuk berhadapan dengan seorang Di Maria.

0 nhận xét:

Đăng nhận xét