​Manajer Manchester United, Louis van Gaal, mengaku tidak marah dengan kemarahan yang ditunjukkan kapten timnya, Wayne Rooney, saat bertandang di Anfield, Minggu (17/1). 

Saat itu Rooney marah dengan performa United di babak pertama kontra Liverpool, diikuti dengan para pemain lainnya. United akhirnya menang dengan skor 1-0 lewat gol yang dicetak Rooney.

Menurut Van Gaal kemarahan Rooney dan para pemain United lainnya justru membawa dampak bagus. Ia bahkan menyamakan kemarahan Rooney dengan kemarahan mantan anak buahnya di Ajax Amsterdam, Frank Rijkaard, pada malam final Champions League 1995. Saat itu kemarahan Rijkaard saat jeda berbuah dengan kemenangan atas AC Milan.

"Saya pikir para pemain harus bertanggung jawab tapi pada saat yang tepat, karena saya telah melihat dalam karir saya itu terjadi pada saat yang salah. Pada saat yang tepat Anda harus melakukannya sehingga saya sangat senang - di final pada tahun 1995 bersama Frank Rijkaard misalnya," ujar Van Gaal dikutip ​ESPN.

"Itu selalu baik, selalu membantu manajer dan juga para pemain. Saya sudah meminta lebih. Saya percaya dengan evaluasi dari sesama pemain, saya pikir itu lebih penting daripada koreksi manajer."