Pemain dari Serie A terutama yang berkebangsaan Italia telah lama dianggap kurang cocok jika pindah ke Premier League. Daftar kegagalan para mantan bintang liga Italia sangat panjang.
Tapi tetap ada semacam anomali di mana para mantan pemain Serie A ternyata juga bisa sukses di Premier League.
7. Roberto Di Matteo
Di Matteo sempat merumput bareng dengan Gianfranco Zola. Sementara rekan senegaranya itu bermain di depan, Di Matteo berkolaborasi dengan Dennis Wise dan Gustavo Poyet di tengah.
Ia sampai pensiun bersama The Blues dan sempat menjadi manajer sukses dengan memberikan satu gelar Champions League 2011/12 dan FA Cup di tahun yang sama.
6. Gianfranco Zola
Setelah membesarkan nama di Napoli dan Parma, Zola hendak berpetualang ke Premier League dan bergabung dengan Chelsea. Enam gelar masih bisa ia persembahkan.
UEFA Super Cup, dua FA Cup, League Cup, dan lain-lain. Zola pernah dianggap sebagai seniman asing sepak bola terbaik dalam sejarah Premier League oleh tabloid The Sun. Setelah itu ia masih bisa berkarier sebentar di Cagliari.
5. Benito Carbone
Benito Carbone berpindah-pindah klub selama di Inggris tapi bukan karena bermain buruk. Ia memang tak seperti Paolo Maldini atau Steven Gerrard. Benito tidak betah teralu lama berada di satu klub.
Sheffield Wednesday, Aston Villa, Bradford, Derby County, dan Middlesbrough adalah klub-klub yang pernah ia jajal dan di masing-masing tim tercatat ada gol-gol atas nama Benito Carbone.
4. Carlo Cudicini
Awal kariernya di Milan justru tidak berkembang. Carlo Cudicini pernah menjadi pemain terbaik Chelsea tahun 2002 kiper terbaik Premier League 2003. Hanya nasib sial yang mengakhiri kariernya di Inggris terlalu cepat. Setelah cedera parah dan Jose Mourinho mendatangkan Petr Cech, Cudicini juga pernah mengalami kecelakaan sepeda motor.
Ia sempat mencoba bangkit di Tottenham Hotspur tapi tak terlalu sukses. Setelah itu Cudicini bergabung dengan LA Galaxy.
3. Francesco Baiano
Francesco Baiano adalah salah satu penyerang legendaris Fiorentina dan pernah menjadi partner Gabriel Batistuta. Setelah mencetak 29 gol untuk La Viola, Baiano mencoba peruntungan bersama Derby County.
Kariernya di Premier League tak sebaik di Seria A tapi cukup menancapkan kesan baik. Menjelang usia 30 tahun ketika itu, Baiano masih bisa memberikan 16 gol untuk Derby dan sempat menyabet gelar Player of the Year 1998
2. Patrick Vieira
Musuh bebuyutan Roy Keane ini mungkin punya kemampuan adaptasi sangat bagus mengingat bisa sukses di Serie A dan Premier League secara bergantian. Awal kariernya disia-siakan Milan. Vieira kemudian direkrut Arsenal.
Setelah menempatkan diri sebagai salah satu legenda The Gunners, Vieira ke Juventus dan masih memberi dampak, lalu ke Inter Milan, dan kembali ke Inggris di pengujung karier bersama Manchester City.
1. Thierry Henry
Thierry Henry pindah dari AS Monaco ke Juventus untuk proyek duet bersama David Trezeguet. Tapi Henry kemudian dipasang sebagai penyerang sayap, peran yang tak biasa dilakukannya.
Arsenal kemudian berminat dan Henry membesarkan namanya bersama The Gunners. Setelah itu ia bahkan mencoba ke La Liga bersama Barcelona lalu New York Red Bulls.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét