Manchester United kembali menelan kekalahan memalukan di hadapan pendukungnya sendiri saat gol Charlie Austin di menit 87 membuat Southampton pulang dengan tiga poin di laga Premier League pekan ke-23, Sabtu (23/1) di Old Trafford.
Kekalahan 0-1 ini membuat United kian menjauh dari batas zona Champions League yang dihuni Tottenham Hotspur. Pasukan Mauricio Pochettino kini unggul lima poin (42 poin) dari United yang duduk di peringkat lima.
Lalu, apa kesimpulan dalam duel taktik antar pelatih Belanda ini?
5. Pikirkan Tiket Champions League Saja, Van Gaal!
Begitu timnya meraih kemenangan 1-0 atas Liverpool di pekan ke-22, Louis van Gaal segera mengumandangkan optimisme bahwa timnya masih memiliki peluang untuk menjadi juara. Masalahnya, sangat sulit bagi United musim 2015/16 untuk meraih kemenangan dengan konsisten.
Van Gaal juga tak menolong dengan sikapnya yang tampak terlalu terburu-buru menyiratkan bahwa kondisi timnya sudah baik-baik saja begitu meraih kemenangan. Jadi pilihan terbaik baginya saat ini adalah bicara mengenai target yang paling realistis saja, posisi empat besar.
4. United Bermain Buruk Lagi di Babak Pertama?
Manchester United terakhir kali mencetak gol di babak pertama saat berlaga di Old Trafford adalah pada 1 Oktober 2015 kala menghadapi Wolfsburg di Champions League, dan itu pun gol hasil tendangan penalti.
Sudah 11 laga beruntun pasukan Van Gaal gagal mencetak gol di babak pertama, dan secara keseluruhan hanya sedikit mengalami kemajuan di babak kedua. Mesin permainan mereka seperti kehabisan bensin daripada harus dilabeli lambat panas seperti mesin diesel.
3. United Membutuhkan Visi Permainan Juan Mata
Kenapa kehadiran Marouane Fellaini, yang cenderung hanya unggul secara aspek fisik, lebih dibutuhkan Van Gaal yang timnya bermain tanpa visi dan kreativitas daripada Juan Mata?
Juan Mata masuk di babak kedua menggantikan pemain Belgia tersebut dan seketika itu juga Manchester United tampil lebih mengalir. Permainan umpan-umpan Mata yang berbahaya mulai membuat Southampton kerepotan di babak kedua.
2. Pertahanan United Rentan Menghadapi Bola Mati
Louis van Gaal mengakui bahwa dengan cederanya Matteo Darmian dan keluarnya Fellaini di babak pertama, timnya memiliki peluang kebobolan lewat bola mati. Pengakuan Van Gaal usai pertandingan merupakan pembeberan kelemahan timnya yang tak mampu beradaptasi dengan situasi terburuk.
Charlie Austin, yang merupakan pemain pengganti dan itu berarti Ronald Koeman bisa mendengar alarm bahaya di pertahanan United, menghukum tuan rumah dengan gol sundulannya di menit 87.
1. Van Gaal Hampir Mungkin Tak Akan Melatih United 2016/17
Manajer asal Belanda ini masih menyisakan kontrak dengan durasi 18 bulan yang akan berakhir Juni 2017. Namun rentetan hasil buruk United membuat masa depan Van Gaal sepertinya tak berjalan sepanjang itu. Kemungkinan terbaiknya ia akan tetap bertahan hingga akhir musim 2015/16, atau kemungkinan terburuknya ia akan dipecat pertengahan musim ini.






0 nhận xét:
Đăng nhận xét